SIARAN PERS –  Presiden Joko Widodo pada acara Peringatan Hari Lahir Pancasila menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional.

Presiden menjelaskan kepada jurnalis mengenai pertimbangan yang sudah dilalui sebelum memutuskan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

IMG-20160601-WA0044

Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

IMG-20160601-WA0046

Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Intinya adalah bahwa karena Pancasila itu sebagai ideologi negara, posisi tertinggi dalam sebuah negara, sehingga kita putuskan 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila,” terang Presiden menjawab pertanyaan Jurnalis sebelum meninggalkan Gedung Merdeka.

Lebih lanjut, Presiden juga menerangkan pihaknya bersama dengan MPR akan merumuskan cara implementasi dan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah ini kita bersama dengan MPR akan merumuskan lagi cara-cara cepat agar implementasi pengamalan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara,” tutup Presiden.

Melihat Penjara Bung Karno Di Banceuy

Setelah mengikuti acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung Merdeka, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri dan didampingi Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta para menteri anggota Kabinet Kerja berjalan kaki menuju monumen tempat Bung Karno dipenjara yang terletak di Jl Banceuy Bandung.

Monumen berupa 1 kamar sel penjara ini a‎dalah sebuah kamar berukuran 2,5 x 1,5 meter yang dahulu pernah dihuni oleh Bung Karno.

1 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Ari Dwipayana