IMG-20151130-WA0073SIARAN PERS – Setelah melakukan kunjungan incognito ke Paviliun Indonesia dan bertemu dengan aktivis lingkungan hidup Greenpeace, Presiden Joko Widodo melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Peru Ollanta Moises Humala Tasso, Senin 30 November 2015.‎

Pertemuan yang dilaksanakan di Leaders Lounge Parc Des Expositions Du Bourget Paris, 30 November 2015 ini intinya membicarakan masalah kerjasama APEC, khususnya menjelang pelaksanaan APEC 2016 di Peru. “Selamat atas kepemimpinan Peru pada APEC ‎perioden 2016,” kata Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung tema yang diusung Peru di APEC yakni “Human Development and Quality Growth“. ‎

Sejalan dengan tema tersebut, Presiden berharap Peru dapat mendorong pembangunan yang dapat menghilangkan kesenjangan di antara anggota APEC.

Di bidang kerjasama  ekonomi bilateral, Presiden berharap terjadi peningkatan nilai perdagangan dan investasi. ‎Selama ini nilai perdangan antara kedua negara sebesar USD 230,25 juta di tahun 2013 dan meningkat menjadi USD 277,23 juta pada tahun 2014.

‎Untuk mendukung peningkatan perdagangan tersebut, Presiden Tasso mengatakan Peru akan membuka kantor dagang di Indonesia.

Untuk meningkatkan hubungan kedua negara tersebut, Presiden Jokowi dan Presiden Tasso sepakat untuk meningkatkan people to people contact. “Hubungan people to people akan lebih mengeratkan hubungan kedua negara,” ujar Presiden Jokowi.

Untuk menindaklanjuti pertemuan, Presiden Jokowi akan menugaskan Menteri Luar Negeri ke Peru awal tahun 2016.

 

30 November 2015

Tim Komunikasi Presiden

 

Ari Dwipayana