IMG-20160607-WA0084
Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Presiden Joko Widodo telah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPP Tahun 2015 yang diserahkan oleh Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz. “Dalam menyikapi laporan ini intinya bukan pada predikat yang diraih, tetapi hasil pemeriksaan ini harus kita terima sebagai momentum untuk perbaikan, momentum untuk pembenahan. Dan hasil pemeriksaan BPK menjadi pekerjaan rumah kita untuk meningkatkan akuntabilitas keuangan negara,” ujar Presiden ketika memberikan sambutan pada Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2015 di Istana Negara Jakarta, Senin 6 Juni 2016.
Lebih jauh Presiden mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah harus bekerja lebih keras lagi karena esensi dari transparansi dan akuntabilitas adalah bertanggungjawab secara moral pada konstitusional dan terhadap rakyat. “Kita tahu semuanya bahwa penggunaan APBN harus sepenuhnya digunakan untuk kepentingan rakyat , untuk kepentingan masyarakat dan kita harus bisa memastikan rakyat benar-benar bisa mendapatkan manfaat dari penggunaan APBN tersebut,” ujar Presiden.

IMG-20160607-WA0082
Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Tentang rekomendasi yang diberikan Ketua BPK, Presiden berharap rekomendasi-rekomendasi tersebut bisa di tindaklanjuti secepatnya karena masih ada sisa rekomendasi yang belum ditindaklanjuti. “Dan akhirnya saya mengajak seluruh Kementerian dan Lembaga Non Kementerian untuk memperbaiki berbenah membangun tata kelola Keuangan yang transparan, mempertanggungjawabkan uang rakyat dengan sebaik-baiknya dan saya tegaskan jangan ada yang bermain-main dengan uang rakyat,” ujar Presiden.

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menggunakan sistem keuangan berbasis akrual. Memang bukan hal yang mudah dalam perubahan sistem keuangan pemerintah ini, karena terdapat tambahan 3 laporan, yaitu Laporan Perubahan Ekuitas, Kemudian Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih. “Tidak mudah, tahun yang lalu saya ragu-ragu apakah ini bisa dikerjakan dengan baik oleh kita semuanya,” ujar Presiden.

Sebelum Presiden menyampaikan sambutan, Ketua BPK menyampaikan laporannya, diantaranya menyebutkan 56 Kementerian/Lembaga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Kemudian, 26 KL memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian atau WDP dan yang terakhir ada 4 KL yang memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat atau TMP atau disclaimer. “Tahun yang lalu yang disclaimer kalau gak keliru 7, sekarang 4,” kata Presiden.

“Tahun yang lalu saya sebutkan Kementerian dan Lembaga mana, sekarang saya sebutkan lagi, yang disclaimer supaya diingat-ingat, supaya tahun yang akan datang tidak (disclaimer),” ujar Presiden. Empat K/L yang mendapatkan opini TMP atau disclaimer adalah Kementerian Sosial, Kementerian Olahraga, TVRI dan Komnas HAM.

Tampak hadir dalam acara ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri anggota Kabinet Kerja dan kepala lembaga.
6 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden

Ari Dwipayana