SIARAN PERS – Memasuki era kompetisi diperlukan peningkatan daya saing, sebab yang dihadapi bukan lagi pesaing lokal namun regional bahkan global. Selain itu, persaingan yang dihadapi bukan lagi dalam hal produk perdagangan, jasa, tenaga kerja, dan modal, tetapi juga persaingan menarik investasi.

Hal ini dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo dalam arahan pembuka rapat terbatas, Selasa, 12  Januari 2016, di Kantor Presiden Jakarta.

Pada ratas yang membahas topik panduan investasi dan Daftar Negatif Investasi (DNI) ini, Presiden Jokowi menyatakan bahwa penyederhanaan izin investasi melalui paket-paket deregulasi ekonomi belum cukup untuk melangkah lebih cepat dalam era persaingan global.

“Tapi itu belum cukup, diperlukan langkah-langkah lanjutan dengan memberi panduan investasi yang lebih jelas sehingga bisa meningkatkan nilai investasi dengan tetap menjaga kepentingan nasional,” kata Presiden.

Untuk itu, Presiden meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian untuk menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memperjelas panduan investasi.

Presiden juga meminta informasi sejauh mana perkembangan revisi DNI. Presiden mendengar istilah ini seringkali membuat bingung investor asing, karena mengesankan bahwa sektor yang tercantum dalam daftar ini tertutup bagi investasi asing. “Padahal tidak semua bidang usaha yan tercantum dalam daftar tersebut benar-benar tertutup bagi investasi asing,” ucap Presiden.

Hal ini, lanjut Presiden perlu diperjelas, agar memberi kejelasan bagi investor asing terkait bidang yang bisa dimasuki dan yang tidak.

Dalam kesempatan ini, Presiden menekankan bahwa semangat dalam panduan investasi ini memperkuat daya saing nasional, bukan sebaliknya. Selain itu, kebijakan investasi diharapkan lebih terbuka dan tidak bersifat restriktif namun tetap memperhatikan kepentingan nasional serta daya saing industri kecil, UMKM dan pedagang kecil dan eceran.

Kebijakan hilirisasi, menurut Presiden, juga harus didorong untuk meningkatkan industri bahan baku dan barang modal. Demikian pula tren perkembangan bisnis baru di Asia Pasifik yang mengarah pada otomasi industri dan jasa ekonomi digital, juga perlu diantisipasi.

“Untuk itu, saya juga minta  didorong pengembangan investasi di sektor jasa, ekonomi kreatif, dan  ekonomi berbasis digital,” kata Presiden mengakhiri arahan pengantar ratas sore ini.

 

 

Jakarta, 12 Januari 2016

Tim Komunikasi Presiden