IMG-20160611-WA0001

Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Presiden mengatakan bahwa ketersediaan listrik telah menjadi prioritas karena dalam setiap kunjungannya ke daerah-daerah yang dikeluhkan adalah listrik byar pet. “Semoga dengan tambahan listrik 2 x 25 MW bisa menambah kapasitas, sehingga anak bisa belajar dan usaha-usaha kecil di kampung bisa bergerak,” ujar Presiden. Hal itu disampaikan Presiden ketika memberikan sambutan di Masjid Raya At-Taqwa, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 10 Juni 2016.

Di awal sambutannya, Presiden mengatakan bahwa dirinya pada pagi tadi, melihat pembangunan pembangkit listirk di Banten. “Langsung meluncur ke NTB. Besok pagi juga ingin melihat pembangunan pembangkit listrik tenaga gas yang ada di Jeranjang sebesar 2 x 25 MW,” kata Presiden.

IMG-20160611-WA0005

Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Selain itu, Presiden menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pembangunan di NTB. Pertumbuhan ekonomi pada kwartal pertama 2016 Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah 9,9 persen. “Saya kira ini yang terbaik di Indonesia. Ini pertumbuhan yang sangat tinggi sekali. Pertumbuhan ekonomi dunia hanya 3,3 persen, nasional hanya 4,9 persen. Jadi kita patut bersyukur bahwa pertumbuhan ekonominya sangat baik,” kata Presiden Joko Widodo

Presiden hadir di Masjid Raya At-Taqwa untuk menunaikan ibadah shalat Isya dan Taraweh bersama. Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri ESDM Sudirman Sahid, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

10 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden

Sukardi Rinakit