SIARAN PERS – Jelang sore hari, Presiden Joko Widodo menuntaskan agendanya selama di Bali dengan menghadiri Pawai Pesta Kesenian Bali ke-38 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Sabtu 11 Juni 2016.

IMG-20160613-WA0001
Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Diawal sambutannya, Presiden Jokowi menyapa hadirin dengan bahasa Bali, “punapi gatrane?” (Apa kabarnya?), “becik ? ” (Baik?). Ribuan warga yang menyaksikan acara pembukaan Pesta Kesenian Bali menjawab serempak, “becik” (baik), disambung dengan tepuk tangan bergemuruh dari hadirin.

IMG-20160613-WA0002
Foto : Rusman, Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

Presiden juga menyampaikan rasa gembiranya dapat berada di pulau Dewata, pulau Bali. “Dan momentum kali ini peresmian Pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-38 sangat ditunggu-tunggu oleh rakyat, oleh masyarakat dan oleh turis-turis dari mancanegara,” ucap Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan bahwa Pesta Kesenian Bali bukan semata-mata pesta rakyat ataupun festival seni. “Melainkan juga satu kegiatan yg memiliki fungsi budaya, memiliki fungsi pendidikan dan fungsi menggerakkan ekonomi masyarakat, utamanya rakyat Bali,” kata Presiden.

Presiden mengakhiri sambutan dengan meresmikan PKB ke-38. “Dengan memohon Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Pawai Pesta Kesenian Bali ke 38 tahun 2016, dengan resmi saya nyatakan dimulai,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

 

11 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden

Sukardi Rinakit