SIARAN PERS – IMG-20160502-WA0022IMG-20160502-WA0026Pembangunan Pasar Budaya Mama-Mama Papua di Jayapura sebenarnya telah lama diinginkan Presiden Joko Widodo. “Tapi dalam prakteknya tidak segampang itu. Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi,” kata Presiden ketika memberikan sambutan pada acara Groundbreaking Pembangunan Pasar Budaya Mama-Mama Papua di Jayapura, Sabtu 30 April 2016.

Setelah menunggu lama dan ditemukan solusinya, akhirnya pembangunan segera dimulai. “Saya minta pada menteri-menteri, targetnya dibangun jangan lama karena sudah ditunggu mama-mama,” kata Presiden.

Pembangunan pasar ini, harap Presiden, tidak sampai satu tahun. “Sudah, dikerjakan 10 bulan. Siap enggak 10 bulan?” tanya Presiden kepada Menteri BUMN Rini Soemarno selaka koordinator dari pembangunan pasar tersebut. “Siap,” jawab Menteri BUMN.

Presiden juga merasa gembira karena akan dibangunnya pasar kerajinan di lantai 2, selain pasar basah dan pasar kering. “Pasar basah saya titip jangan kalah dengan mall. Nanti kalau sudah jadi, pasar harus bersih, tidak becek, tidak bau,” ujar Presiden.

Presiden meminta kepada Walikota untuk pasar basah agar pedagangnya dibuatkan seragam atau menggunakan celemek. “Biar tambah cantik. Biar tidak kalah dengan jualan yang di mall atau supermarket. Mama-mama mau kan,” kata Presiden.

Presiden juga memberitahukan rahasia kepada mama-mama agar pembeli berkunjung kembali. “Kalau pembeli datang, semua harus tersenyum. Kalau jualan harus senyum, kalau tidak, siapa mau beli. Itu yang akan sebabkan pembeli datang lagi, datang lagi. Kalau penjualnya galak-galak, siapa mau datang‎,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Tim Komunikasi Presiden

Ari Dwipayana