SIARAN PERS – Mengawali kegiatan pada hari kedua, Sabtu, 20 Agustus 2016, kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

IMG-20160822-WA0024

Foto : Kris, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dalam kunjungannya kali ini, Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan maket dan _display panel_ sekaligus _groundbreaking_ pembangunan perluasan Pelabuhan Sambas Sibolga di Kota Sibolga.

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menegaskan perluasan pelabuhan Sibolga harus selesai pada akhir tahun 2017 mendatang.

“Kemarin maunya 2018, saya tidak mau, saya ingin yang cepat, akhir 2017 selesai sudah,” tegas Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menyatakan pentingnya pembangunan infrastruktur agar Indonesia bisa maju dan siap bersaing dengan negara lain.

IMG-20160822-WA0025

Foto : Kris, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Kalau negara ingin maju, tanpa infrastruktur jangan berharap bisa bersaing dengan negara yang lain. Tidak mungkin, karena infrastruktur ini _basic_ sekali,” ujar Presiden Joko Widodo

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan kepada pemerintah setempat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah tersebut.

“Ini rampung, SDM harus digarap habis-habisan agar bisa bersaing, bisa berkompetisi,” imbuhnya.

Perluasan Pelabuhan Sibolga Tingkatkan Kapasitas Tiga Kali Lipat

Presiden Joko Widodo berharap perluasan pelabuhan Sibolga dapat melancarkan distribusi barang ke pulau Nias dan sekitarnya serta menekan angka inflasi, karena selama ini Pelabuhan Sibolga hanya bisa disandari 1 kapal besar saja.

“Pelabuhan ini sudah ada berapa puluh tahun, padahal saya waktu SD masih ingat kalau pelabuhan mesti disebut pelabuhan Sibolga, salah satu pelabuhan yang tertua tetapi tidak pernah dikembangkan,” terang Presiden Joko Widodo.

IMG-20160822-WA0023

Foto : Kris, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Oleh karena itu, setelah mendapat laporan dari Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan tentang kondisi dan perhintungan di lapangan, akhirnya Presiden Joko Widodo sepakat untuk mengembangkan pelabuhan Sibolga.

“Ya memang hitung-hitungan kalkulasi bisa dikembangkan berapa kali lipat dari yang sekarang. Kalau yang sekarang 24000 teus per tahun, nantinya akan dikembangkan menjadi 60000 teus, jadi 3 kali lipat dari yang sekarang ini,” imbuh Presiden Joko Widodo.

Menutup sambutannya, Presiden Joko Widodo berjanji untuk memperbaiki dan mengembangkan bandara yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Untuk disini pelabuhan di bangun, nanti tahun depan terminal _airport_-nya juga dibangun, digede-in,”ujar Presiden Joko Widodo.

Dalam kunjungannya kali ini, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PT Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana, serta Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Pelabuhan Sibolga Kembangkan Kawasan Sekitar

IMG-20160822-WA0021

Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Setelah meresmikan perluasan pembangunan Pelabuhan Sibolga, Presiden berkeliling melihat dermaga pelabuhan tersebut. Selain perluasan pelabuhan, Presiden meminta adanya pengembangan industri perikanan.

“Akhir 2017 akan selesai. Kita harapkan juga ada pengembangan industri di sini yaitu industri perikanan, bisa cold storage bisa nanti juga dengan pengalengan,” kata Presiden kepada wartawan.

“Jadi saya kira ini merupakan pelabuhan yang cukup menjanjikan dan ini juga akan mengembangkan kawasan di sekitar Sibolga,” ujar Presiden.

Pelabuhan ini, lanjut Presiden, akan menjadi _hub_ di wilayah Sumatera bagian barat. “Bagian barat yang nanti _gede_ di Sibolga karena ini mentransfer barang-barang dari beberapa pulau dan juga ke beberapa kabupaten di sini,” kata Presiden.
Sibolga, 20 Agustus 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin