IMG-20160607-WA0032

Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak sekitar 7 tahun lamanya membuat Presiden Joko Widodo tergerak mendatanginya. Presiden bertekad untuk melanjutkan dan menyelesaikan proyek tersebut mengingat dana besar sudah dikeluarkan untuk memulai proyek tersebut.

Hal tersebut disampaikan Presiden ketika melakukan groundbreaking Mobile Power Plant (MPP) Kalimantan Barat berkapasitas 4×25 MW Program 35.000 MW dan Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang berkapasitas 2x10MW, Kamis, 2 Juni 2016, di Mempawah, Kalimantan Barat.

“Kenapa sore hari ini saya ke lokasi ini? Yang pertama, saya mendengar ada power plant yang mangkrak 7 sampai 8 tahun. Saya juga ingin melihat perkembangan pembangunan mobile power plant yang kita harapkan bulan September bisa diselesaikan,” ujar Presiden membuka sambutannya.

Presiden mengungkapkan bahwa proyek pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak tersebut telah menghabiskan dana kurang lebih Rp. 1,5 triliun. Oleh karenanya, Presiden menginstruksikan Dirut PLN agar proyek tersebut dapat diselesaikan. Lokasi proyek mangkrak itu sendiri berada tepat di sebelah proyek Mobile Power Plant (MPP) Kalimantan Barat berkapasitas 4×25 MW.

“Tujuh tahun belum ada manfaatnya. Coba bayangkan, habisnya Rp. 1,5 triliun. Setiap persoalan itu harus diselesaikan. Saya perintahkan kepada Dirut PLN harus selesai. Janji Pak Dirut Desember nanti selesai,” tandasnya.

IMG-20160607-WA0028

Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menuturkan bahwa pembangunan pembangkit lainnya, yakni MPP Kalimantan Barat dengan kapasitas 4×25 MW, diharapkan akan selesai pada bulan September tahun ini. Selesainya MPP Kalimantan Barat tersebut menurutnya akan memberikan pasokan listrik tambahan yang sangat banyak.

Kerjakan Proyek Pembangunan Dengan Sungguh-Sungguh

Lebih jauh, Presiden kembali mengingatkan agar segala proyek pembangunan dikerjakan dengan sungguh-sungguh mengingat dirinya akan selalu memeriksa kondisi sebenarnya di lapangan.

“Saya hanya ingin titip pesan bahwa bekerja dengan saya pasti akan saya periksa. Saya datang ke tempat yang ada persoalan. Dan persoalan itu harus diselesaikan. Ini uang negara, ini uangnya rakyat,” tegasnya.

Terkait dengan proyek kerja sama antara ANTAM dengan sebuah perusahaan negara lain, Presiden menyampaikan bahwa proyek tersebut akan berbasis di Mempawah dan diharapkan dapat menambah nilai tambah bagi rakyat Mempawah dan juga negara.

Di penghujung sambutannya, Presiden berpesan kepada pemerintah daerah agar dapat membantu proses pembebasan lahan proyek-proyek infrastruktur serta secara resmi memulai proyek pembangunan MPP Kalimantan Barat sekaligus meresmikan PLTU Ketapang.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pembangunan MPP dan peresmian PLTU Ketapang saya nyatakan dimulai,” tutupnya.

2 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Sukardi Rinakit