SIARAN PERS – Sore ini, Jumat, 5 Februari 2016, Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas pengelolaan sampah sebagai sumber energi listrik. Ratas ini dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta.

Dalam ratas dengan topik bahasan yang sama sebelumnya, pada 7 Desember 2015, Presiden telah menyampaikan bahwa pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik memiliki beberapa manfaat. Manfaat pertama, tentu menjadi solusi bagi penumpukan sampah, terutama di kota-kota besar yang padat penduduknya.

Manfaat lain yang didapat adalah tersedianya sumber energi listrik baru yang terbarukan. Dimana sumber energi ini juga merupakan clean energy. Sehingga secara tidak langsung, ini memberi kontribusi bagi komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Disamping tentu saja lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Pada kesempatan yang lalu, Presiden juga telah meminta dicarikan terobosan-terobosan untuk menarik pemerintah daerah dan swasta berinvestasi di bidang ini. Untuk itu, kali ini, Presiden meminta agar ratas ini merupakan yang terakhir. “Rapat yang terakhir dan juga putus ( terkait sampah). Dan bisa dikerjakan, dilaksanakan,” ucap Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa penggunaan teknologi agar pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan juga cepat hilang di kota-kota besar. “Juga telah dilakukan di beberapa kota dari permukaan negeri ini mengenai bank sampah dan budaya reduce dan recycle,” ujar Presiden.

Dan yang tidak kalah penting, s‎ampah merupakan salah satu sumber energi listrik dan menambah pasokan listrik kita. “Paling penting lagi sampah bisa hilang, bisa bersih dari kota dan menghasilkan sebuah energi. Mungkin nanti ini berkaitan dengan masalah harga berapa dan di kota yg mana,” ucap Presiden. Presiden Jokowi : Segera Implementasikan Sampah Menjadi Energi Listrik‎

Sore ini, Jumat, 5 Februari 2016, Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas pengelolaan sampah sebagai sumber energi listrik. Ratas ini dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta.

Dalam ratas dengan topik bahasan yang sama sebelumnya, pada 7 Desember 2015, Presiden telah menyampaikan bahwa pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik memiliki beberapa manfaat. Manfaat pertama, tentu menjadi solusi bagi penumpukan sampah, terutama di kota-kota besar yang padat penduduknya.

Manfaat lain yang didapat adalah tersedianya sumber energi listrik baru yang terbarukan. Dimana sumber energi ini juga merupakan clean energy. Sehingga secara tidak langsung, ini memberi kontribusi bagi komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Disamping tentu saja lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Pada kesempatan yang lalu, Presiden juga telah meminta dicarikan terobosan-terobosan untuk menarik pemerintah daerah dan swasta berinvestasi di bidang ini.

Untuk itu, kali ini, Presiden meminta agar ratas ini merupakan yang terakhir. “Rapat yang terakhir dan juga putus ( terkait sampah). Dan bisa dikerjakan, dilaksanakan,” ucap Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa penggunaan teknologi agar pengelolaan sampah bisa lebih efektif dan juga cepat hilang di kota-kota besar. “Juga telah dilakukan di beberapa kota dari permukaan negeri ini mengenai bank sampah dan budaya reduce dan recycle,” ujar Presiden.

Dan yang tidak kalah penting, s‎ampah merupakan salah satu sumber energi listrik dan menambah pasokan listrik kita. “Paling penting lagi sampah bisa hilang, bisa bersih dari kota dan menghasilkan sebuah energi. Mungkin nanti ini berkaitan dengan masalah harga berapa dan di kota yg mana,” ucap Presiden.

 

 

Jakarta, 5 Februari 2016

Tim Komunikasi Presiden