Foto: Cahyo_Biro Pers, Media, dan Informasi, Sekretariat Presiden

SIARAN PERS – Siang hari ini, Selasa, 19 Januari 2016, Presiden Joko Widodo kembali menggelar rapat terbatas (ratas) guna membahas masalah pengelolaan kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ).

Pada ratas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden mengingatkan kembali bahwa kita telah memasuki era kompetisi, era persaingan. “Sehingga kita memerlukan langkah-langkah, terobosan untuk merevitalisasi beberapa kawasan ekonomi khusus baik yang berada di Batam, Bintan dan Karimun, serta kawasan-kawasan yang lainnya,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, setiap kawasan ekonomi khusus harus memiliki daya tarik, daya saing (competitveness) mempunyai keunggulan-keunggulan. “Sehingga kita perlu memulai, kita harus berani menyelesaikan masalah-masalah, mengurai hambatan-hambatan yg membuat daerah KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) ini sulit dibangun dan tidak berkembang dengan baik,” tutur Presiden.

“Kuncinya, kita berani menyelesaikan persoalan-persoalan pokok, mengurai sumbatan-sumbatan yang membuat kawasan ekonomi khusus yang sudah dibangun dengan susah payah tidak berkembang dengan baik,” ucap Presiden.

Tuntaskan Dualisme Pengelolaan Batam

Dualisme kewenangan pengelolaan wilayah antara Pemerintah Daerah dan Badan Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas merupakan masalah pokok yang harus segera dituntaskan karena berdampak pada kepastian hukum bagi investor, permasalahan penyediaan infrastruktur, masalah kelambanan perizinan dan juga hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. “Saya ingin masalah-masalah ini segera diselesaikan dan saya minta Menko Perekonomian untuk memaparkan opsi-opsi yang terkait dengan penyelesaian masalah ini,” ucap Presiden.

Jakarta, 19 Januari 2016

Tim Komunikasi Presiden