SIARAN PERS – Presiden Joko Widodo melihat pameran hasil karya 5 desainer Indonesia yang diadakan di Fenwick Department Store yang terletak di New Bond Street, Mayfair, London, Rabu siang 20 April 2016. “Ini sebuah awal kerjasama yang memberikan peluang pada desainer-desainer Indonesia untuk masuk ke pasar di London, Inggris,” ujar Presiden kepada wartawan.

Masuknya desainer Indonesia ke pasar Inggris menunjukkan wujud nyata kerjasama Indonesia-Inggris dengan memanfaatkan peluang bisnis yang ada di bidang industri kreatif. Bahkan saat bertemu dengan PM Cameron, Presiden meminta untuk kerjasama antara kedua negara diperluas lagi, sehingga mencakup handicraft, seni pertunjukan, tari, serta desain. “Semuanya bisa kita  kerjasamakan dengan Pemerintah Inggris,” kata Presiden.

Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif akan memberikan dukungan dalam kerjasama industri kreatif, termasuk juga memberikan dukungan anggaran. “Tapi yang paling penting adalah bahwa kerjasama seperti ini bukan hanya melatih atau training, tapi juga membawa produknya ke pasar dan juga cocok dengan selera pasar. Itu saja,” ujar Presiden.

IMG-20160420-WA0012Karya Designer Muda Indonesia yang dipamerkan di Fenwick Department Store diberi tema “Indonesia Fashion Forward” bertujuan untuk mempromosikan designer muda Indonesia agar dapat memasuki bursa mode dunia dan tampil pada pagelaran fashion week internasional. Pameran tersebut akan berlangsung selama 1 bulan mulai dari tanggal 17 April 2016 sampai dengan 16 Mei 2016.

Adapun designer muda Indonesia yang terpilih sebagai berikut :
1.Toton Januar, merek dagang : Toton
Dalam berkreasi, Toton menggabungkan gaya khas warisan budaya Indonesia dan elemen tradisional lainnya dengan berbagai sentuhan modern dan gaya masa kini.

2.Sheila, merek dagang : Sean and Sheila
Sheila bekerja sama dengan rekannya, Sean, perancang busana asal Malaysia, untuk membentuk brand Sean & Sheila. Mereka pertama kali menjadi sorotan media ketika memenangkan piala Harper’s Bazaar Asia New Generation Award pada tingkat regional untuk Indonesia dan Malaysia. Gaya yang mereka tampilkan memiliki pola yang sederhana dan klasik yang dihiasi dengan aneka hiasan buatan tangan (handmade) yang mengawinkan siluet tradisional dengan gaya modern.

3.Peggy Hartono, merek dagang : Peggy Hartono
Peggy Hartono telah memenangkan sejumlah penghargaan atas hasil rancangannya yang bergaya sederhana namun menggunakan teknik yang inovatif dalam pembuatan pola dan pengerjaan jaitan.

4.Ari Seputra, merek dagang : Major Minor
Major Minor merupakan gabungan kreasi 4 orang designer muda Indonesia dengan menggunakan bahan dan kain yang dirancang dan diproduksi di Indonesia. Bentuk busana yang unik dan dinamis serta potongan yang simetris dengan warna-warna yang mencolok merupakan keunggulan Major Minor. Gaya funky yang terjangkau oleh kalangan menengah menjadikan brand ini semakin populer. Pada proyek terakhir, Major Minor telah bekerja sama dengan Eko Nugroho, artis visual ternama.

5.Yessy Kusumo dan Randy W. Sastra, merek dagang : By Velvet
Hasil kreasi busana mereka bergaya sederhana dan modern untuk mengakomodir kebutuhan harian para wanita aktif.

Tampak mendampingi Presiden, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Negara urusan Kebudayaan dan Ekonomi Digital – Kementerian Kebudayaan, Media dan Olah Raga Kerajaan Inggris Ed Vaizey, Chief Executive British Council Sir Ciarán Devane dan Chairman Fenwick Department Store Mark Fenwick.

London, 20 April 2016
Tim Komunikasi Presiden
Ari Dwipayana