SIARAN PERS – Tidak boleh ada ego sektoral dalam pengembangan energi baru terbarukan, terlebih lagi pengembangan energi baru terbarukan merupakan komitmen kita bersama, komitmen nasional kita. “Saya minta Rencana Umum Energi Nasional harus mendorong secara agresif pengembangan energi bersih dan konservasi energi,” ujar Presiden Joko Widodo dalam arahan pada Sidang Paripurna Ketiga Dewan Energi Nasional (DEN), Rabu 22 Juni 2016 di Kantor Presiden.

IMG-20160623-WA0072
Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Presiden meminta agar Rencana Umum Energi Nasional dapat menjawab permasalahan energi saat ini dan mendatang serta dapat mengantisipasi perkembangan energi global. “Rendahnya harga minyak dunia harus menjadi momentum,” ujar Presiden.

IMG-20160623-WA0073
Foto : Laily, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dalam pandangan Presiden rendahnya harga minyak dunia menjadikan peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor energi yakni dengan menata kembali sektor migas kita dari hulu sampai hilir. Selain itu, rendahnya harga minyak juga bisa menjadi peluang untuk membangun ketahanan dan kedaulatan energi di tanah air. “Untuk memperkuat cadangan penyangga energi, untuk mengantisipasi pertumpangan masa depan. Kita juga tidak bisa lagi menunda-nunda program energi baru terbarukan dan pengembangan energi baru terbarukan harus dipercepat 5 kali lipat pada tahun 2025 agar bauran energi baru terbarukan mencapai 23 persen,” ucap Presiden.

Agenda Sidang paripurna ketiga DEN adalah penetapan Rencana Umum Energi Nasional dan penambahan anggotan dewan energi dan isu-isu strategis yang lainnya. “Rencana Umum Energi Nasional merupakan arah dan peta jalan pemenuhan energi sampai tahun 2050 dan sudah saatnya perencanaan dan perubahan nasional di sektor energi dilakukan lebih komprehensif dan memiliki visi jangka panjang,” ucap Presiden.

Selain itu, Rencana Umum Energi Nasional harus menjadi pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan stakeholders bersinergi melaksanakan komitmen pembangunan energi nasional kita ke depan.
22 Juni 2016
Tim Komunikasi Presiden
Sukardi Rinakit