SIARAN PERS – Presiden Joko Widodo pada Senin pagi, 24 Oktober 2016, menerima delegasi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD – Organisation for Economic Co-Operation and Development) untuk membahas bentuk kerja sama salah satunya reformasi perpajakan di Tanah Air.

“Jadi menurut mereka Indonesia itu sangat penting untuk melakukan reformasi perpajakan, tentu saja mereka sudah tahu kita sedang melakukan tax amnesty, dan itu justru bisa dikombinasikan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan-perbaikan di bidang perpajakan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan seusai mendampingi Presiden dalam acara tersebut.

Menurut Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria, OECD merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan Indonesia untuk melakukan perbaikan sistem perpajakannya.

“Mereka menyampaikan hal-hal seperti IT ( information and technology) dari perpajakan, persoalan perbaikan administrasi perpajakan, kemudian ada juga mengenai _tax policy_nya itu sendiri,” ujar Angel seperti dikutip Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa selain sedang melakukan reformasi di bidang perpajakan, saat ini Indonesia juga sedang fokus membangun infrastruktur serta sedang menyiapkan program pendidikan dan pelatihan kejuruan.

“Presiden juga menyampaikan hal lain bahwa Indonesia juga sedang menyiapkan dan akan mendorong pendidikan dan pelatihan vokasional, presiden menyatakan itu merupakan program yang menjadi salah satu yang akan dikembangkan secara besar-besaran pada tahun depan,” ujar Darmin.

Darmin menambahkan, program kerja sama antara Indonesia dengan OECD sudah berjalan kurang lebih empat tahun sejak 2012. Kerja sama yang dilakukan terdapat di beberapa bidang diantaranya reformasi perpajakan dan pendidikan. Hal tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Darmin, diperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2016 akan berkisar di angka lima persen. “Untuk pertumbuhan ekonomi, bahwa pada kuartal I pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,978 persen, kuartal II, 5.18 persen, sampai situ saja. Pertumbuhan di kuartal III kita menduga 5.1-5,2 persen,” ujar Darmin.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Adapun delegasi dari Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) adalah sebagai berikut:

  1. Mr. Angel Gurría, Secretary-General of OECD
  2. Mr. Marcos Bonturi, Special Representative of OECD to the UN
  3. Mr. Juan Yermo, Deputy Chief of Staff
  4. Mr. Luiz de Mello, Deputy Director, Governance
  5. Mr. Alexander Böhmer, Head of Jakarta Office and Head of SEA Division
  6. Mrs. Litsa Vavakis, Advisor to the Secretary-General of OECD

 

Jakarta, 24 Oktober 2016

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

 

Bey Machmudin