SIARAN PERS – Keakraban sangat terasa dalam perbincangan keduanya. Pagi tadi, Kamis 1 September 2016, Presiden Joko Widodo terlibat perbincangan hangat dengan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti. Keduanya tampak saling melepas tawa kecil dan senyuman. Perbincangan keduanya saat itu dilakukan di teras belakang Istana Merdeka.

IMG-20160905-WA0060
Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Para jurnalis yang ada di sekitar lokasi tentu saja tak mau melewatkan momen tersebut. Dengan kamera masing-masing, diabadikannya momen penuh keakraban antara Presiden dengan tamunya tersebut.

Kalangan Istana bisa menyebut obrolan di teras belakang Istana Merdeka tersebut dengan sebutan _veranda talk_. Bila ditelusuri, _veranda talk_ tersebut memang baru dilakukan saat Joko Widodo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Perdana Menteri Timor Leste, Rui Maria De Araujo, merupakan pemimpin negara tetangga yang pertama kali diajak Presiden untuk berbincang di teras belakang Istana. Saat itu, sang perdana menteri pun berterima kasih atas keramahan yang ditunjukkan Presiden selama kunjungannya.

“Saya sampaikan, ini adalah kunjungan pertama saya kepada Presiden Jokowi. Saya terhormat bisa bertemu beliau. Saya mengucapkan terima kasih atas keramahan kepada saya beserta delegasi,” ujarnya dalam keterangan bersama pada 26 Agustus 2015 silam di Istana Merdeka.

Namun, tak serta merta semua tamu Presiden berkesempatan untuk berbincang dalam _veranda talk_ tersebut. Sebab, _veranda talk_ bukanlah sekedar rutinitas keprotokolan semata, namun terdapat makna penting yang tersirat di dalamnya.

“Veranda talk ini bukan hanya sekedar judul atau nama, tapi mempunyai makna. Maknanya adalah pembicaraan akrab antara Presiden dengan beberapa tamu negara yang dianggap dekat dan penting di dalam substansi maupun hubungan,” terang Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala kepada para jurnalis pada Kamis, 1 September 2016.

_Veranda talk_ ini sendiri diinisiasi langsung oleh Presiden Joko Widodo. Presiden merasa perlu untuk menyambut, berbincang, dan memberikan penghormatan khusus kepada para tamunya yang memiliki kedekatan khusus dengan dirinya dan negara Indonesia.

“Veranda talk adalah format pertemuan yang diperkenalkan oleh beliau (Presiden Joko Widodo) dalam rangka menemui tamu negara yang dianggap dekat. Baru di zaman Pak Jokowi ini,” lanjut Djumala.

Berdasarkan keinginan Presiden tersebut, Sekretariat Presiden mencoba untuk mewujudkannya ke dalam apa yang sekarang dapat disaksikan oleh para jurnalis dan juga masyarakat melalui pemberitaan.

IMG-20160905-WA0056
Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

“Oleh karena itulah, kita dan Sekretariat Presiden mendesain suatu format pertemuan yang disebut _veranda talk_ ini. Ini akan kita jadikan sebagai model jika Presiden ingin mengadakan pembicaraan yang dari hati ke hati,” ucapnya.

Teras Istana yang di hadapannya disuguhkan pemandangan taman dan lapangan asri yang dipenuhi oleh pepohonan dan kicau burung merupakan tempat di mana Presiden Joko Widodo secara pribadi hendak mengungkapkan betapa berarti seorang tamu yang diterimanya. Tentu saja, tak sembarang orang yang akan diajak sendiri oleh Presiden.

“Itu sangat tergantung persepsi Presiden. Presiden yang menentukan. Dan biasanya pagi-pagi sebelum menerima tamu akan kita tanya apakah mau ada _veranda_ atau tidak?” imbuhnya.

Darmansjah Djumala berharap format yang baru diperkenalkan tersebut akan menjadi standar tersendiri bagi penerimaan tamu-tamu penting Presiden dalam kesempatan-kesempatan berikutnya.

“Veranda talk ini mudah-mudahan ke depan akan dijadikan standar bagi Presiden dalam rangka membicarakan hal-hal strategis, penting, dan memiliki hubungan dekat,” tutupnya.
Jakarta, 1 September 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Bey Machmudin