Presiden mengajak calon peserta Amnesti Pajak untuk berpartisipasi dalam membangun bangsa, karena hasil usaha yang selama ini diperoleh juga berasal dari kemudahan usaha dan kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Dengan motto: ungkap, tebus, lega, program pemerintah Amnesti Pajak mulai digulirkan, Senin 18 Juli 2016. Presiden Joko Widodo memimpin sendiri sosialisasi UU Amnesti Pajak kepada 2.700 pengusaha mulai dari kecil, menengah hingga besar di Jawa Timur, khususnya Surabaya di Convention Hall Grand City Surabaya, Jumat 15 Juli 2016.

Dalam paparannya Presiden menjelaskan latar belakang mengapa amnesti pajak digulirkan. Salah satunya adalah perebutan investasi antarnegara dalam bentuk modal dan aliran uang. Oleh karena itu pemerintah juga memperbaiki iklim investasi dalam wujud kemudahan usaha lewat pelayanan pada investor.  “Paket Ekonomi I sampai XII menyasar hal itu,” ungkap Presiden.

Presiden juga menggugah para calon peserta amnesti pajak tentang pentingnya solidaritas sebagai bangsa. Menurutnya, amnesti pajak menjadi kesempatan bagi seluruh warga negara untuk berpartisipasi. Yang di Indonesia di declare dan yang di luar negeri dibawa masuk. “Ini adalah kesempatan berpartisipasi pada negara. Kita butuh pertumbuhan ekonomi, butuh lapangan kerja,” jelas Presiden.

“Saudara-saudara hidup di Indonesia, makan di Indonesia, cari rezeki di Indonesia, tinggal di Indonesia.  Bertahun, berpuluh tahun disimpan di luar. Yang menikmati negara itu, padahal itu uang kita, dan diperoleh karena kemudahan usaha yang kita berikan dan dari kekayaan alam yang kita punya,” papar Presiden.

Apalagi sekarang sudah ada payung hukum dan UU ini sudah disahkan oleh DPR. Presiden juga mengungkap 4 hal sebagai syarat amnesti pajak. Pertama, menyampaikan aset atau uang yang disimpan, karena tahun 2018 akan ada keterbukaan informasi. Kedua, membawa uang kembali ke Indonesia. Sementara aset, rumah, perusahaan yang ada di dalam dan luar negeri juga disampaikan. Ketiga, tidak sedang berperkara atau menjalani hukuman perpajakan. Keempat, membayar uang tebusan sesuai dengan ketentuan.

Atas masuknya uang tersebut, peserta amnesti pajak bisa memutarkan uang repatriasi pada  investasi jangka pendek. Misal SBN, obligasi, atau investasi keuangan di bank. Sementara dalam jangka menengah, misalnya menanamkan dalam pembangunan jalan tol, bandar udara, pelabuham, jembatan, dsb. “Ini adalah kesempatan bagi para pengusaha lokal dan nasional,” ucap Presiden.

Soal kerahasiaan, Presiden menjamin, bahwa peserta amnesti pajak kerahasiaannya dijamin. Tidak akan disidik karena ada payung hukum yang melindungi. Data juga tidak boleh diminta dan diberikan kepada siapapun. Bahkan bagi yang membocorkan akan dipidana 5 tahun.

Presiden juga berjanji akan mengawasi sendiri program ini. “Biar ada kepercayaan. Saya nggak mau amnesti pajak ini gagal. Harus berhasil,” papar Presiden.