Dalam penanganan bencana gempa di Aceh, pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan merevitalisasi kerusakan yang terjadi.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo Jumat, 9 Desember 2016, usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Besar Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

“Pemerintah pusat akan berusaha sekeras-kerasnya untuk segera membangun kembali terutama fasilitas-fasilitas umum baik masjid, pondok pesantren, sekolah-sekolah dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujar presiden.

Dalam kunjungannya ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa yang berada di Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Presiden Joko Widodo ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh masyarakat berada dalam kondisi aman.

“Saya ingin memastikan kepada semuanya berada dalam keadaan baik, ini adalah cobaan dari Allah kepada kita,” imbuhnya.

penanganan bencana 2
Kepala Negara pun berharap seluruh masyarakat yang menjadi korban dapat menerima musibah ini dengan ikhlas, karena presiden beserta jajarannya akan segera berusaha membangun kembali tanah Aceh.

“Marilah dengan cobaaan yang diberikan kepada kita ini kita hadapi dengan rasa sabar, tabah, rasa tawakal dan Insya Allah kita segera mencarikan solusi agar kita bisa kembali ke dalam kehidupan yang normal kembali,” ucap Presiden Joko Widodo.

Selain meninjau, Presiden Joko Widodo juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat gempa serta beberapa fasilitas umum yang hancur.

“Kemudian rumah masyarakat yang rusak juga akan diberikan stimulan bantuan, memang tidak banyak tapi semoga bisa mendorong agar pembangunan kembali di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya, Pidie bisa normal kembali,” ujar Presiden Joko Widodo.