Di sela-sela pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Wisma Perdamaian, Semarang, Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Ho Ching berkunjung ke Lawang Sewu, di Komplek Tugu, Jln. Pemuda, Kelurahan Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Senin, 14 November 2016.

Tiba di bangunan bersejarah dua lantai yang dibangun pada tahun 1904, Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Ho Ching disambut oleh Ibu Hj. Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Sambil berjalan ke lantai dua gedung, rombongan mendapat penjelasan seputar sejarah Lawang Sewu oleh Asisten Manajer Edukasi dan Promosi Unit Museum PT Kereta Api Indonesia, Bapak Kartono.

LAWANG SEWU 3

 

Di lantai dua, Ibu Iriana dan Ibu Ho Ching kemudian meninjau produk-produk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah. Seperti kerajinan batik dan tas dipandu oleh Ketua Umum Dekranasda Jawa Tengah, Ibu Hj. Siti Atikoh Ganjar Pranowo.

 

Saat peninjauan berlangsung, Ibu Ho Ching didampingi Ibu Iriana Jokowi juga sempat membuat batik (membatik) dengan menuliskan kata “chantek batik” di sehelai kain putih dengan menggunakan canting yang berartikan batik yang cantik.

Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan Belanda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), karena bangunan tersebut memiliki pintu dengan jumlah banyak sehingga masyarakat sering menyebut dengan nama Lawang Sewu. Saat ini bangunan bersejarah itu berfungsi sebagai museum dan dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia.