Pemerintah terus membenahi sektor infrastruktur agar dapat mengejar ketinggalan dan memenangkan persaingan.

Selasa, 13 September 2016, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian terminal peti kemas Kalibaru Pelabuhan Tanjung Priok (NPCT 1), Jakarta. Dalam sambutannya, Presiden menekankan agar terus berupaya mengejar ketertinggalan dan memenangkan persaingan.

“Persaingan antarnegara sekarang ini semakin hari semakin sengit. Semuanya membangun, melakukan inovasi, membangun fasilitas untuk mendukung daya saing masing-masing negara. Kita juga, kita tidak mau ditinggal, tidak mau kalah dalam kompetisi ini,” ujar Presiden Joko Widodo.

Pembangunan terminal berteknologi modern terbaru di Tanjung Priok ini pun merupakan salah satu upaya pemerintah agar dapat bersaing dengan negara lain. Selama pembangunan NPCT 1, Presiden Joko Widodo terus memantau perkembangannya sejak tahun 2012 dan meminta Pelindo II dapat bekerja cepat menyelesaikan pembangunan tahap pertama.

“Alhamdulillah sudah selesai yang pertama. Yang kedua juga harus segera diselesaikan, juga ketiga, terminal produk keempat dan kelima juga harus diselesaikan. Kalau keuangan Pelindo II tak cukup, gandeng investor. Persaingan makin ketat, kalau terlambat kita bisa ditinggal. Yang kedua sampai kelima harus dikejar. Tahun 2019 semuanya akan diselesaikan dan harus selesai tahun 2019,” imbuhnya.

Persoalan dwelling time turut disinggung Presiden dan menargetkan agar dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi dua hari. “Mengenai dwelling time dua tahun yang lalu masih enam sampai tujuh hari. Tadi saya tanya sudah 3,2 sampai 3,7 hari. Tapi saya mintanya di dua hari, perbaiki lagi. Dan tidak hanya di Tanjung Priok, yang lainnya juga seperti di Belawan,” tegas Presiden.

Penurunan biaya logistik transportasi dan pemberantasan pungutan liar merupakan tujuan yang dikejar oleh Presiden Joko Widodo. “Pembangunan pelabuhan modern tidak bisa ditunda-tunda lagi. Selamat atas selesainya pembangunan yang pertama ini. Saya minta pengoperasian yang terintegrasi, kurangi dwelling time dan tidak ada pungli,” tutupnya.

NPCT 1 memiliki luas lahan kurang lebih 32 hektar dan mampu menampung kapasitas sebesar 1,5 juta TEUs per tahun. Terminal baru tersebut diproyeksikan untuk dapat melayani kapal peti kemas dengan kapasitas 13.000-15.000 TEUs dengan bobot di atas 150.000 DWT.

NPCT 1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan tahap pertama Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk. Pembangunan tahap kedua Terminal New Priok akan dilaksanakan setelah pengoperasian tahap pertama dari New Priok. Ke depan akan ada sebanyak tujuh terminal peti kemas dan dua terminal produk dengan area pendukungnya yang memiliki total area sebesar 411 hektar.