Atas pengayomannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri atas berbagai etnis.

Presiden Joko Widodo menerima Pengurus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Istana Merdeka, Senin (27/7/2017). Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sementara itu, Pengurus HKBP yang hadir adalah Ephorus HKBP Darwin Lumbantobing, Praeses Jakarta Pdt. Midian K.H. Sirait, Praeses Depok, Bogor, dan Kalimantan Barat Pdt. Berlin Tamba, Praeses Banten Pdt. Robert Pandiangan, Praeses Bekasi Pdt. Banner Siburian, Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Anna Pangaribuan, Kepala Biro Perencanaan Pdt. Sumurung Samoris, Anggota Badan Usaha HKBP Bepos M.T. Pakpahan, Sekretaris Ephorus HKBP Pdt. Alter Siahaan, dan Pdt. HKBP/Sekum PGI Pdt. Gomar Gultom.

Setelah pertemuan, Ephorus HKBP Darwin Lumbantobing mengatakan bahwa HKBP menyampaikan apresiasi kepada Presiden dalam mengayomi kehidupan berbangsa dan bernegara yang terdiri dari berbagai etnis. “Sehingga menjadi amat kondusif dan lebih maju ke depan,” ucap Darwin.

hkbp 2
Selain memberikan apresiasi, Penguru HKBP menjelaskan program HKBP tahun 2017 tentang program pendidikan dan pemberdayaan kepada Presiden. “Kami telah menyampaikan beberapa hal, bahwa ada upaya meningkatkan dan mengefektifkan di bidang pendidikan dan pemberdayaan SDM, sehingga lebih efektif, berkualitas dan lebih maju. Kami juga merasakan HKBP tidak dapat berjalan sendiri,” kata Darwin.

Oleh karenanya, Darwin mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah sehingga HKBP dapat meraih kejayaan di bidang pendidikan secara institusional. “Secara spirit kami akan selalu berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar bantuan uluran tangan dapat terealisasi secara konkret. Presiden juga mengharapkan bahwa kami sebagai pimpinan gereja supaya berperan aktif dalam upaya memajukan peran serta gereja dalam pemerintah,” ujar Darwin.

Pengurus HKBP juga mengundang Presiden untuk menghadiri perayaan Paskah yang akan dihelat di Kantor Pusat HKBP di Tarutung, Sumatera Utara pada bulan April mendatang dan undangan ini merupakan simbol. “Kami mendukung pemerintah dan pemerintah mendukung kami, sehingga gereja dan pemerintah dapat berkomunikasi dan berhubungan dalam berbagai hal, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Presiden.