Presiden Joko Widodo menyalami warga ketika akan mengunjungi pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumut, Rabu (29/10). Kunjungan Presiden Joko Widodo ke sejumlah lokasi pengungsian tersebut untuk melihat langsung kondisi pengungsi sekaligus memberi bantuan. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/Rei/nz/14.

Sektor 3 P (pertanian, perikanan, dan pariwisata) menjadi andalan kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertanian dan perikanan menyumbang 30 persen PDRB. Sementara daerah tujuan wisata  P. Komodo, Labuan Bajo, dan D. Kelimutu membutuhkan infrastruktur yang memadai agar lebih berkembang.

Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di Indonesia bagian timur merupakan momentum yang harus dijaga di tengah upaya pemerintah menanggulangi ketimpangan antarwilayah. Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan pertumbuhan ekonomi 5,18 persen pada 2016, menjadi contoh nyata, sejumlah wilayah di bagian timur Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dengan daerah lain.

“Namun itu belum cukup, kita perlu bekerja lebih keras lagi. Terutama untuk pengentasan kemiskinan, menurunkankan tingkat ketimpangan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” kata Presiden menegaskan dalam rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek dan program prioritas nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis ( 16/2/2017), di Kantor Presiden, Jakarta.

Guna mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan di NTT, Presiden Joko Widodo menekankan untuk memperhatikan peningkatan sektor pertanian dan perikanan. Sebab, bila melihat dari sisi produksi, 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT berasal dari sektor tersebut. Hal itu menunjukkan pertanian dan perikanan merupakan kunci kesejahteraan rakyat NTT.

Untuk itulah Presiden menginstruksikan penyiapan infrastruktur pertanian dan kelautan menjadi prioritas. Mulai dari pembangunan bendungan, embung (kantong air), sampai dengan pelabuhan.
“Pembangunan waduk dan bendungan serta saluran irigasi di NTT merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditunda-tunda lagi karena bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti air bersih, pengairan lahan pertanian dan perkebunan serta pembangkit listrik,” ujarnya.

infrastruktur 3 P (2)

Sebagai salah satu beranda terdepan Indonesia, adalah suatu hal yang membanggakan bila Pos Lintas Batas Negara Mota’ain kini sudah berdiri megah menandingi pos perbatasan negara tetangga. Namun nyatanya itu semua belumlah cukup.

“Selain memperbaiki Pos Lintas Batas Negara, saya juga minta pembangunan wilayah-wilayah perbatasan juga diperhatikan termasuk infrastruktur transportasi serta upaya-upaya lain yang menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan warga,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara berpandangan bahwa NTT juga memiliki sejumlah potensi wisata yang masih mampu untuk terus dikembangkan. Sebut saja Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Danau Kelimutu yang mampu menarik para wisatawan mancanegara ada di wilayah tersebut.

“Untuk mendukung sektor pariwisata diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti akses transportasi yang mudah, baik bandara, jalan, jembatan dan pelabuhan,” ujarnya.

Tak lupa, guna menunjang pariwisata daerah setempat, turut diperlukan sumber daya manusia yang andal. Selain itu, promosi yang intensif juga mesti dilakukan.

“Selain itu, diperlukan penyiapan dari ektor promosi, penyiapan SDM yang handal, dan menyiapkan masyarakat secara budaya. Saya juga minta pengembangan sektor pariwisata ini harus memiliki dampak nyata pada bergeraknya sektor UMKM di Nusa Tenggara Timur,” tutupnya.