Pemerintah Indonesia terus berupaya dalam mengimplementasikan konsep tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) yang berwawasan lingkungan dalam semua kebijakan pemerintah dan pembangunannya.

Bahkan, sejak tahun lalu, Indonesia sudah berupaya mewujudkannya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka acara “The 17th Assembly Meeting of International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) Working Group on Environmental Auditing (WGEA)” di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016.

“Perjalanan Indonesia dalam mewujudkan praktik keberlanjutan sudah terkandung dalam RPJM 2015-2019, yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG),” terang Presiden.

Dari RPJM tersebut, pemerintah Indonesia telah menetapkan dasar-dasar hukum yang menjadi panduan bagi seluruh mitra dan pemangku kepentingan di Indonesia dalam menerapkan pembangunan yang berkelanjutan. Kerangka hukum tersebut di antaranya telah dapat dilihat implementasinya pada sejumlah upaya seperti pemberantasan pencurian ikan di lautan Indonesia.

SDG2
“Untuk menjaga bio-diversitas laut, praktik illegal fishing kami perangi, sumber daya maritim Indonesia kami lindungi. Begitu juga komoditas alam kami, seperti batu bara dan kelapa sawit, yang sebelumnya menjadi jangkar pertumbuhan ekonomi, sekarang sudah mulai menerapkan praktik usaha yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo sepakat, tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan komitmen global yang harus bersama-sama diwujudkan. Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa kondisi masing-masing setiap negara tidaklah sama. Untuk itu diperlukan solusi yang secara spesifik menyesuaikan diri dengan keadaan suatu negara tersebut dalam mengupayakan pembangunan berkelanjutan.

“Memang tujuan keberlanjutan di tiap negara adalah sama dengan tujuan di tingkat global, tetapi cara mencapainya harus memperhatikan kondisi, budaya, dan perspektif lokal. Karena itu, kita semua perlu terus bekerja sama, perlu terus tukar-menukar pengalaman,” tutur Presiden.