Menyongsong Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, pemerintah mempersiapkan kelancaran pasokan bahan pangan, bahan bakar minyak, dan transportasi pendukung. Khususnya kesiapan dan pengamanan terhadap ancaman terorisme.

“Agenda rapat terbatas adalah yang berkaitan dengan persiapan Natal dan Tahun Baru seperti kesiapan pangan, BBM, dan transportasi. Tapi satu hal yang sangat penting kali ini yang ingin saya berikan perhatian khusus yaitu keamanan dan ancaman terorisme,” terang Presiden saat memimpin rapat terbatas persiapan Natal dan Tahun Baru, Kamis, 22 Desember 2016 di Kantor Presiden, Jakarta.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran Polri fokus dan memberi perhatian khusus menjaga keamanan di lingkungan masyarakat pada saat perayaan hari besar keagamaan. Selain itu, Presiden juga meminta kepada TNI berkoordinasi dan bahu membahu bersama Polri.

“Saya minta Densus 88, Polri, dan jajarannya agar hal yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ancaman terorisme ini menjadi perhatian yang khusus. Saya juga ingin agar Panglima TNI beserta seluruh jajarannya mem-backup penuh Polri dalam hal yang berkaitan dengan keamanan dan ancaman terorisme ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja tim Densus 88 dan Polri atas penemuan bom aktif milik terduga teroris di Tangerang Selatan. Sebagaimana diketahui, Densus 88 telah mengamankan bom dari sebuah rumah di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Rabu, 21 Desember 2016.

“Saya ingin memberikan penghargaan yang tinggi kepada Densus 88, kepada Kapolri, dan seluruh jajaran Polri yang telah bisa mengantisipasi sebelum kejadian sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dicegah sebelum kejadian,” ujar Presiden saat itu.