Perintah Presiden Joko Widodo tersebut ditujukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat Presiden berkunjung ke lokasi gempa di Perumahan Warga di Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis, 15 Desember 2016.

“Saya perintahkan untuk segera bisa diberikan bantuan keuangannya agar segera bisa dibangun kembali rumah itu sehingga kegiatan di masyarakat juga bisa jalan kembali,” kata Presiden kepada wartawan.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan nantinya akan ada proses verifikasi untuk menentukan besarnya bantuan yang akan diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan. “Terutama yang untuk rusak berat sudah diverifikasi, nanti diikuti dengan yang rusak sedang dan ringan dengan verifikasi ini kan juga perlu waktu,” ujarnya.

Selain bantuan keuangan untuk pembangunan kembali rumah yang rusak, Presiden juga memastikan bantuan dalam waktu dekat berupa logistik dan bahan pangan harus segera tersalurkan.

“Semuanya harus segera tersalurkan. Saya ingin hanya ngecek itu saja ke sini dan juga yang dikerjakan oleh PU sudah dimulai belum, sudah dibersihkan belum, itu akan saya cek terus,” imbuhnya.

percepat bantuan 3

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga mengatakan akan memberikan bantuan keuangan dalam bentuk tabungan yang bisa dimanfaatkan warga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pasca proses rekonstruksi akibat gempa. “Tabungannya itu masih di _block_ kalau sudah berkegiatan baru bisa diambil dicairkan di bank,” ucap Presiden.

Saat melakukan peninjauan tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkesempatan pula menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana antara lain Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khohifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Plt. Gubernur Aceh Soedarmo.