Presiden Joko Widodo pun berharap keikutsertaannya dalam kejuaraan panahan tersebut dapat membawa dampak positif guna memajukan cabang olahraga panahan di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017, Minggu, 22 Januari 2017, pada Ronde Nasional 20 meter umum yang diikuti oleh 30 peserta.

Saat menanti pertandingan yang diikutinya, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, Walikota Bogor Bima Arya dan Ketua Perpani Bogor Rizal Barnadi, menyaksikan ronde nasional untuk tingkat SD dan SMP dari podium.

“Berapa tahun mereka berlatih, Pak Rizal? Kok bisa tepat mengenai sasaran? Saya kotaknya saja sulit apalagi tepat sasaran,” ucap Presiden Joko Widodo. Rizal pun menjelaskan bahwa rata-rata para pemanah tersebut telah berlatih selama dua tahun. “Saya targetnya PON 2020, menonton PON saja,” kata Presiden yang disambut tawa.

panahan bogor 2

Saat berlomba, Presiden Joko Widodo mengenakan baju atlet panahan berwarna gelap dengan nomor dada 16. Layaknya seorang atlet sungguhan, setelah memanah pada sesi percobaan. Pukul 10.51 WIB, Presiden memulai seri pertama dengan melepaskan enam anak panah dalam waktu empat menit bersama 29 peserta lainnya.

Usai menyelesaikan pertandingan sebanyak 6 sesi, dirinya berhasil mencatatkan angka 107. Sambil berseloroh Presiden menjawab bahwa hasil yang dicapainya cukup baik. “Di atas 100 bagus kan,” kata Presiden.

“Saya ikut ini kan penggembira, tetapi yang paling penting bisa memotivasi, bisa mendorong semua atlet panahan baik yang masih junior maupun yang sudah senior,” ujar Presiden Joko Widodo.

panahan bogor 3

Sementara itu, Menpora yang turut bertanding dengan mencatatkan skor 100. Tampak pula mengkikuti pertandingan ini srikandi peraih medali perak Olimpiade 1988 di Seoul, yakni Nurfitriyana dan juga mantan atlet panahan Rusena Gelanteh.

Untuk diketahui, Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 untuk pertama kalinya diikuti oleh Presiden. Sebelumnya, selama tiga kali penyelenggaraan masih bertaraf lokal tingkat Kota Bogor dan diikuti oleh sejumlah atlet daerah.