Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana menerima kunjungan kenegaraan Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Ibu Negara Maryna Poroshenko di Istana Merdeka, Jakarta, 5 Agustus 2016. Rencananya, Presiden Ukraina akan berada di Indonesia selama 3 hari hingga tanggal 7 Agustus mendatang.

Kunjungan Presiden Ukraina ini terasa berbeda dibandingkan dengan penyambutan tamu-tamu kenegaraan pada masa-masa sebelumnya. Kali ini, tamu negara diterima dengan upacara kenegaraan dan prosesi sejak dari Monumen Nasional (Monas). Presiden menginginkan setiap kunjungan tamu negara sedapat mungkin dapat melibatkan anggota masyarakat, termasuk juga memperkenalkan kekayaan alam dan budaya serta keragaman masyarakat Indonesia.

Di Lapangan Monas, Presiden Petro dikawal oleh 12 anggota pasukan berkuda dari Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI AD dan Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) yang menggunakan pakaian adat yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sesampainya di halaman depan Istana Merdeka, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja menyambut tamu negara.

Setelah dinyanyikan lagu kebangsaan kedua negara diiringi oleh dentuman meriam kebesaran, Presiden Jokowi dan Presiden Petro berkeliling menginspeksi pasukan Paspampres dan juga disambut oleh ratusan anak-anak sekolah dasar dari berbagai SD di Jakarta yang berpakaian tradisional. Anak-anak ini tampak ceria dan antusias melambaikan bendera kedua negara.

Setelah itu, Presiden Petro mengisi buku tamu kenegaraan dan kemudian melanjutkan pembicaraan empat mata di teras belakang Istana Merdeka selama kurang lebih 20 menit. Dari situ, keduanya kemudian memasuki ruangan utama Istana Merdeka. Masing-masing disertai dengan sejumlah menteri.

Kunjungan Presiden Petro sendiri, adalah kunjungan kenegaraan Presiden Ukraina yang kedua setelah 20 tahun berselang. Bagi Indonesia, Ukraina adalah salah satu mitra strategis di Eropa. Di tahun 2015 lalu, total nilai ekspor Indonesia ke Ukraina mencapai US 526,9 juta.