Pemberian Air Susu Ibu selama enam bulan berturut-turut penting agar anak tumbuh sehat dan pandai.

Selain pemberian ASI, program pemberian makanan tambahan sebagai upaya pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia merupakan salah satu upaya menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang tangguh. Oleh karena itu, Rabu, 28 Desember 2016, dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur, Presiden Joko Widodo turut menyosialisasikan langsung pentingnya menjaga asupan gizi bagi para ibu hamil dan juga balita serta anak-anak.

Dua lokasi dikunjungi Presiden dalam sosialisasi tersebut, yakni di Puskesmas Silawan yang terletak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, serta di halaman belakang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

sehat dan pandai

“Kita ingin anak-anak kita sehat, kita ingin ke depan anak-anak kita pandai. Negara kita juga ingin anak-anak kita nanti menjadi anak yang sukses, karena persaingan antarnegara itu ketat sekali. Jadi anak-anak harus kita pandaikan semuanya dan itu bisa dilakukan kalau anak-anak kita gizinya baik,” terang Presiden.

Di hadapan para ibu dan anak yang hadir, Presiden menekankan pentingnya asupan protein bagi tumbuh kembang anak-anak. Selain itu, sebagai makanan tambahan, pemerintah turut membagikan bantuan makanan tambahan berupa biskuit kaya protein kepada ibu hamil dan anak-anak. Presiden juga memberikan informasi seputar anjuran konsumsi biskuit tersebut kepada masyarakat yang hadir.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya, Kepala Negara tak lupa mengingatkan kepada para ibu mengenai pentingnya air susu ibu (ASI) bagi anak-anaknya. Selama enam bulan pertama setelah kelahiran, para ibu diminta untuk selalu memberikan ASI kepada anak-anaknya.

sehat dan pandai 2

“Saya ingin mengulang pesan yang disampaikan Bu Menteri Kesehatan, Prof. Dr. Nila Moeloek, mengenai ASI. Setelah melahirkan, selama enam bulan anak harus diberi ASI terus menerus. Ini penting sekali, karena kita ingin anak-anak kita semuanya sehat dan pandai. Jangan dilupakan itu,” tegasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agraria Tata Ruang Sofyan Djalil dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.