Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri John Key melakukan pemeriksaan Pasukan Keraton yang mengawal tamu negara dari Monumen Nasional. Sejumlah kesepakatan pun tercapai.  

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Mr. John Key, beserta istri Mrs. Bronagh Key di Istana Merdeka agak berbeda dengan kunjungan kenegaraan lain. Untuk pertama kalinya, seremoni penyambutan tamu negara dilakukan mulai dari silang barat daya Monumen Nasional. Rombongan tamu negara yang tiba sekitar pukul 15.20 WIB disambut dengan kawalan beberapa pasukan yang terdiri dari pasukan korps musik, pasukan berkuda, dan pasukan keraton yang bertugas membawa panji bergambarkan lambang seluruh provinsi di Indonesia. Semua pasukan itu terus mengawal tamu negara dari Monas menuju gerbang Istana Merdeka.

Di depan gerbang istana, pasukan keraton membukakan jalan bagi kendaraan tamu negara untuk kemudian mengikuti dari belakang. Di halaman Istana Merdeka, sekitar seratus pelajar SMP dan SMA tampak sudah berbaris rapi sembari mengibarkan bendera kedua negara saat rombongan tamu negara melintasi halaman Istana.  Selanjutnya Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo menyambut Perdana Menteri Selandia Baru bersama istri untuk melakukan upacara kenegaraan. Dentuman meriam sebanyak 21 kali terdengar di antara lantunan lagu kebangsaan kedua negara.

Kunjungan ini adalah yang kedua bagi Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key. Presiden Jokowi mengapresiasi kunjungan kedua PM John Key yang membawa serta 22 orang CEO dari perusahaan-perusahaan Selandia Baru. “Kunjungan ini merupakan manifestasi keinginan Selandia Baru untuk terus memperkokoh hubungan terutama di bidang ekonomi. Indonesia juga memiliki komitmen serupa untuk memperkuat hubungan bilateral termasuk kerja sama di bidang energi terbarukan dan juga peternakan,” ujar Presiden Joko Widodo pada pengantar pertemuan bilateral di Istana Negara (18 Juli 2016).

PM John Key juga berterima kasih atas undangan yang telah diberikan oleh pemerintah Indonesia untuk bersama-sama memperkuat hubungan kerja sama antara kedua negara. “Satu hal yang saya tahu, Selandia Baru dan Indonesia dapat terus mengembangkan persahabatan dan hubungan kerja samanya,” kata John Key.

Presiden Joko Widodo dalam pernyataan bersama seusai pertemuan mengatakan bahwa pertemuan dengan Perdana Menteri John Key berlangsung sangat produktif dan bersahabat. Presiden menyebut, Indonesia dan Selandia Baru berhasil mencapai beberapa kesepakatan kerja sama, utamanya di bidang ekonomi. “Kami membahas penguatan kerja sama bilateral khususnya di bidang ekonomi. Yang pertama, peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Indonesia meminta ekspor buah tropis, salak dan mangga ke Selandia baru untuk dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Menanggapi lonjakan investasi Selandia Baru sejak 2014 di sektor pengolahan susu dan produk susu, Presiden Joko Widodo mengusulkan agar Indonesia dapat dijadikan pusat produksi produk susu di Asia Tenggara. Sedangkan untuk kerja sama kedua di bidang energi terbarukan, Indonesia dan Selandia Baru sepakat untuk tetap menjadikan geothermal sebagai prioritas kerja sama tersebut. Geothermal tetap menjadi prioritas kerja sama bilateral. Indonesia dan Selandia Baru juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi tenaga air termasuk di bidang investasinya.

Kerja sama ketiga dicapai antara Indonesia dan Selandia Baru dalam bidang peternakan. Kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang peternakan dan juga yang berkaitan dengan daging sapi. “Indonesia mengundang investor dari Selandia Baru untuk berinvestasi di bidang peternakan,” terang Presiden.

Presiden mengutarakan bahwa dirinya juga bertukar pikiran mengenai isu-isu strategis di kawasan global yang menjadi kepentingan bersama seperti penanggulangan terorisme, permasalahan hak asasi manusia, dan isu strategis lainnya.