Penantian masyarakat menunggu reshuffle akhirnya usai.  Setelah pengumuman Presiden Jokowi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung memperkenalkan anggota baru Kabinet Kerja.

Pertama kali disebut adalah Sri Mulyani yang didaulat sebagai Menteri Keuangan. Pratikno memperkenalkannya sebagai figur yang sudah teruji dan berpengalaman di bidang ekonomi dan keuangan. Pratikno juga menerangkan bahwa Sri Mulyani telah diberi ijin untuk meninggalkan posisi ‘Managing Director of the World Bank’ dan kembali ke Indonesia untuk menjabat Menteri Keuangan. “Beliau sudah sangat teruji dan berpengalaman di bidang ekonomi dan keuangan dan memiliki jaringan serta dipercaya di tingkat internasional. Beliau mempunyai kapasitas untuk ikut memberikan kontribusi dalam memperkuat ekonomi Indonesia dalam menghadapi persaingan global,” terang Pratikno.

Archandra Tahar yang diangkat sebagai Menteri ESDM disebut sebagai seorang ahli di bidang energi dan sumber daya mineral. Tahar juga disebut telah memiliki beberapa paten yang bersifat internasional. “Pendidikannya sangat mengagumkan. Ia bekerja di banyak perusahaan besar di Amerika Serikat dan juga memiliki beberapa paten internasional. Ia juga tercatat sebagai profesional kelas dunia,” ujarnya.

Budi Karya Sumadi yang diangkat sebagai Menteri Perhubungan diperkenalkan oleh Pratikno sebagai seorang profesional yang telah lama bergerak di bidang korporasi dan berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur perhubungan. “Saat ini beliau sebagai Presiden Direktur Angkasa Pura dan tentu saja beliau juga sangat diharapkan dapat meningkatkan kinerja di Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dipercayakan kepada Muhajir Efendi. Pratikno menyebutnya sebagai sosok yang memiliki pengalaman dan rekam jejak panjang di bidang pendidikan. Muhajir beberapa kali menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Malang dan menjadi Ketua PP Muhammadiyah bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Litbang. Ia berpengalaman dan telah membangun fondasi penting untuk meningkatkan prestasi lembaga-lembaga yang dipimpinnya.

Eko Putro Sanjoyo, yang diberi amanah untuk mengisi posisi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, diperkenalkan sebagai seorang profesional yang memiliki banyak pengalaman di bidang yang sangat dekat dengan pembangunan pedesaan, peternakan dan pertanian. Telah teruji juga dalam pengembangan kewirausahaan sehingga bisa melakukan penguatan dalam pembangunan desa serta menjadi motor penting dalam pengembangan ekonomi pedesaan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung kemudian memperkenalkan anggota baru Kabinet Kerja yang datang dari kalangan politisi. Tokoh pertama yang diperkenalkannya adalah Wiranto yang didaulat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. “Kita tahu Pak Wiranto teruji dan berpengalaman menyelesaikan berbagai hal dalam penugasan ketika periode yang sangat penting, terutama transisi dari Orde Baru ke Orde Reformasi,” terangnya.

Enggartiasto Lukita sebagai Menteri Perdagangan diperkenalkan Pramono sebagai seorang teman yang telah lama berjuang di DPR RI dan berpengalaman di bidang perdagangan. “Pak Enggar pernah menjadi anggota Golkar, sekarang pimpinan NasDem. Beliau sangat berpengalaman di bidang perdagangan dan kini diberikan beban oleh Presiden untuk menangani persoalan yang berkaitan dengan perdagangan, terutama untuk komoditas pangan,” jelas Pramono.

Selanjutnya Pramono memperkenalkan Airlangga Hartarto yang didaulat sebagai Menteri Perindustrian. Airlangga merupakan putra dari Hartarto Sastrosoenarto yang juga pernah menjadi Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993). “Pengalamannya panjang, anggota DPR nya lama. Selalu pada komisi yang sama, yaitu komisi industri. Presiden meyakini penugasan yang diberikan kepada Saudara Airlangga Hartarto ini akan bisa dilakukan dengan baik,” paparnya.

Asman Abnur selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang diperkenalkan terakhir oleh Pramono. Sosok ini diberi penugasan khusus untuk melakukan reformasi birokrasi dan pembenahan terhadap PNS di Indonesia. “Dua kali menjadi anggota dewan dan pernah menjadi Wakil Walikota Batam. Karena sekarang ini sudah ada Undang-Undang ASN, tentunya dalam pundak Pak Asman Abnur ini diharapkan reformasi birokrasi bisa berjalan lebih baik,” tutupnya.

Selamat bekerja para anggota kabinet baru.