Dari sudut istana kita bisa mendengar cerita ringan keseharian atau tema-tema serius yang dibahas secara ringan. Dari Panama Paper sampai obat masuk angin Presiden.

Sudut Istana, program talkshow di TVRI yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia  tayang perdana pukul 21.00 hingga pukul 22.00 di TVRI, Rabu 6/4/2016. Acara ini mengupas berbagai kebijakan pemerintah yang menjadi fokus perhatian Presiden seminggu terakhir.  Tak ketinggalan hal-hal ringan seputar kegiatan Presiden dan pandangan orang yang berada di lingkaran  Presiden.

Tirai acara dibuka dan diantarkan oleh Sukardi Rinakit dari Tim Komunikasi Presiden  tentang munculnya  dua isu penting  dari Sudut Istana, yakni soal illegal fishing dan tax amnesty. Setelah itu pemandu acara Herdiana Suherdi dan DR. Kusnanto Anggoro mengundang  tiga tamu secara bergiliran. Masing-masing Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, dan Johan Budi sebagai juru bicara Presiden.

Susi Pudjiastuti  mengungkapkan, praktik illegal fishing telah banyak merugikan negara dan nelayan.  Oleh karena itu perlu tindakan tegas dalam bentuk penenggelaman kapal. Upaya keras ini merupakan amanat undang-undang. Hasil dari berbagai usaha pemerintah ini adalah peningkatan pendapatan di sektor kelautan dan perikanan.

Sementara  Menteri Keuangan  Bambang Brojonegoro berbicara soal tax amnesty.  Ia menyinggung  keinginan Presiden melakukan repatriasi  yang didapat dari program pengampunan pajak. Repatriasi akan masuk sebagai penerimaan negara guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, saatnya para wajib pajak memanfaatkan program ini.  Karena kalau tidak,  para pemimpin negara G20 sudah sepakat membuka informasi dan data perbankan termasuk pajak dan transaksi keuangan diantara negara-negara G20. Jadi sebenarnya tak ada lagi tempat untuk bersembunyi. Soal kemunculan Panama papers, Bambang Brojonegoro akan memakaian sebagai referensi tambahan untuk melacak para wajib pajak yang belum patuh.

Segmen terakhir Sudut Istana menghadirkan Johan Budi, juru bicara Presiden. Ia bercerita soal hal ringan. Bagaimana dalam sebuah kesempatan ia ikut bersama Jokowi dalam mobil kepresidenan. Ia tak menyangka, bahwa di dalam mobil Presiden tersebut ada sebotol kecil minyak tolak angin dan satu toples kue nastar yang dibeli dari pedagang biasa. “Kalau selama ini orang sering menilai bahwa ini pencitraan, saya melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa Presiden betul-betul sederhana,” tutur Johan Budi.

Tampilnya Johan Budi menjadi akhir dari segmen ke-3 yang lantas ditutup oleh Sukardi Rinakit lewat narasi soal Presiden Jokowi yang mendatangi dan menyapa mama Papua yang duduk di kursi roda pada kunjungannya ke bumi Cendrawasih. Presiden menyapanya sambil menunduk dengan penuh perhatian, layaknya seorang anak yang menyapa ibunya.