Realisasi penerima KIP tahun 2015 mencapai 20 juta jiwa, sedangkan KIS mencapai 87 juta jiwa. Untuk tahun 2016, distribusi kedua kartu tersebut ditargetkan selesai di bulan April

 

Proses distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) berada dalam tanggung jawab 2 Kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Kemendikbud bertanggung jawab terhadap distribusi untuk siswa SD, SMP, SMA dan SMK. Sementara Kemenag bertanggung jawab terhadap distribusi untuk Madrasah dan Pondok Pesantren.

Untuk tahun 2015, alokasi anggaran yang diberikan pada Kemendikbud dan Kemenag untuk merealisasikan program KIP ini adalah masing-masing Rp9,77 triliun (Kemendikbud) dan Rp1,72 triliun. Sehingga totalnya mencapai Rp11,49 triliun. Namun, realisasinya sedikit di bawah alokasi, yaitu Rp9,24 triliun (Kemendikbud) dan Rp1,31 triliun (Kemenag) atau jika ditotal mencapai Rp10,55 triliun. Hal ini terjadi karena alokasi anggaran per siswa yang lebih besar dibandingkan dengan nilai SPP yang sesungguhnya.

Berita gembiranya, realisasi penerima KIP ternyata lebih besar daripada yang semula ditargetkan. Siswa penerima KIP, untuk tahun 2015, ditargetkan mencapai total 20.059.446 siswa. Masing-masing, 17.920.270 siswa untuk Kemendikbud dan 2.139.176 siswa untuk Kemenag. Sedangkan realisasinya mencapai total 20.158.931 siswa, dengan perincian 18.270.405 siswa untuk Kemendikbud dan 1.888.526 untuk Kemenag.

Untuk tahun 2016, dengan mempertimbangkan berbagai kenaikan biaya yang mungkin terjadi pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,08 triliun. Masing-masing sebesar Rp10,94 triliun untuk Kemendikbud dan Rp1,14 triliun untuk Kemenag. Sedangkan target penerima KIP mencapai sebanyak 19.538.695 siswa, yang terbagi masing-masing 17.927.308 siswa untuk Kemendikbud dan 1.611.387 siswa untuk Kemenag. Dibandingkan dengan tahun 2015, jumlah penerima KIP memang menurun. Hal ini disebabkan karena prediksi jumlah siswa usia sekolah yang juga mengalami penurunan.

Kemudian untuk program Kartu Indonesia Sehat (KIS), hasilnya sudah cukup optimal untuk tahun 2015. Dengan realisasi anggaran sebesar Rp1,67 triliun, masyarakat yang menerima KIS menurut data dari BPJS Kesehatan telah mencapai 87.006.370 orang. Untuk tahun 2016, target ini akan ditingkatkan lagi menjadi 92.400.000 orang dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,12 triliun.

Tahun 2016, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menargetkan distribusi KIP dan KIS dapat diselesaikan di bulan April. “Insya Allah distribusi sampai Maret-April selesai,” ujar Puan melalui konferensi pers Istana Merdeka pada tanggal 10 Maret 2016.

Sebelum melakukan distribusi kartu-kartu tersebut, pemerintah melalui kementrian teknis yang menaungi program ini memang perlu mempersiapkan berbagai aspek teknis yang diperlukan. Salah satu yang cukup penting adalah verifikasi dan validasi terhadap penerima KIP dan KIS. Proses ini sendiri sudah hampir rampung dengan telah tersedianya 35 persen dari 40 persen data keluarga kurang mampu seperti yang disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada waktu dan tempat yang sama.