Bagaimana kampus bisa berperan nyata untuk turut mendorong kemandirian masyarakat? Tridharma Perguruan Tinggi bisa menjadi solusi seperti pernah dikatakan Presiden Jokowi.

Tridharma Perguruan Tinggi menjadi pedoman dasar bagi setiap Perguruan Tinggi untuk dapat berperan dalam melakukan riset dan mengimplementasikannya agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  Perguruan Tinggi harus dapat mendorong sivitas akademika yang terdiri dari dosen dan mahasiswa untuk turun langsung dan bersentuhan dengan masyarakat agar mengetahui permasalahan yang terjadi dan mengambil data untuk dijadikan bahan riset dalam menemukan solusi atas setiap permasalahan yang terjadi.

Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, menjelaskan bahwa setiap Perguruan Tinggi berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat (Tridharma Perguruan Tinggi). Pengabdian masyarakat adalah kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pasal 48 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi berperan aktif menggalang kerja sama antar Perguruan Tinggi dan antara Perguruan Tinggi dengan dunia usaha, dunia industri dan masyarakat dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Itulah dasar pentingnya peran Perguruan Tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat agar tercipta masyarakat mandiri dan dapat bersaing menghadapi perkembangan dunia di berbagai bidang.

“Bukan untuk sendiri, bukan untuk kampus sendiri, tetapi harus berguna bagi masyarakat,” tegas Presiden Jokowi dalam acara Konferensi Forum Rektor Indonesia 2016 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Januari 2016. Penegasan itu ditujukan kepada para Rektor yang hadir agar setiap Perguruan Tinggi tidak hanya memikirkan kampusnya saja melainkan harus melakukan riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Kampus harus menganalisa dan mencarikan solusi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Kampus harus berperan mensukseskan Nawacita enam. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional untuk kemajuan bangsa Indonesia. Untuk merealisasikan Nawacita poin enam, dibutuhkan banyak riset dari Perguruan Tinggi yang hasilnya bisa diimplementasikan  masyarakat. Dalam mengimpelementasikan Tridharma, setiap Perguruan Tinggi dapat bekerja sama dengan Pemerintah Pusat Maupun Daerah, Kementerian maupun Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Aktivitas kerjasama ini merupakan sinergi yang juga menjadi program Presiden Jokowi, yaitu Aksi Sinergi untuk Ekonomi Rakyat. Program ini dicanangkan di Brebes, Jawa Tengah, 12 April 2016.

Salah satu contoh program aksi sinergi telah mulai diterapkan pada petani. Untuk  meningkatkan hasil yang bermutu, bersaing dalam pemasaran hingga mendapatkan modal usaha, petani harus bersinergi dengan share holder lain. Dalam konteks ini, perguruan tinggi bisa memberikan berbagai wawasan terkait pengembangan usaha dan pencapaian hasil tani serta mensinergikannya dengan berbagai program pemerintah.

Selain langsung diimplementasikan ke masyarakat, hasil-hasil riset pun dapat di dorong untuk dijadikan acuan Pemerintah dalam membuat program yang dapat dirasakan dan menjadi solusi setiap permasalahan masyarakat. Itulah peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan masyarakat.