PKH, selain mengurangi beban rumah tangga sangat miskin. Juga akan membawa anak bangsa menggapai cita-cita.

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). Ada beberapa kriteria untuk bisa masuk KSM. Diantaranya memiliki anggota keluarga ibu hamil/nifas, balita, anak masih di  jenjang prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, anak usia 7 – 21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahun. Termasuk  penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia 70 tahun atau lebih.

Dalam jangka pendek, program ini, bertujuan mengurangi beban Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Sementara ke depan diharapkan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Butir kelima Nawacita menyebutkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Hal ini tergambar jelas dari pernyataan Presiden Jokowi bahwa anggaran PKH ditingkatkan menjadi Rp 9,98 triliun pada tahun 2016 dari sebelumnya Rp 5,6 triliun di tahun 2015.

Presiden kembali menegaskan komitmennya saat berada di Kantor Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016). “Kenapa kita lakukan dengan makin banyak yang diberi? Agar anak-anak kita, keluarga itu bisa mendapatkan bantuan untuk menyiapkan anak menuju ke depan. Kalau ini dimanfaatkan tepat guna dan tepat sasaran bisa memberikan manfaat yang besar bagi kita semua,” kata Jokowi.

Pada tahun 2016 ini target sasaran penerima PKH sebesar 6 juta keluarga dan akan diperluas  mencakup 18,1 juta kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM). PKH juga akan mencakup semua keluarga penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).