Merebaknya kejahatan seksual dewasa ini sangat mengenaskan. Karenanya, Presiden Jokowi memerintahkan agar penanganannya harus dilakukan dengan cara-cara yang luar biasa.

Kejahatan seksual tak lepas dari fakta bahwa manusia melakukan tindakan seksual bisa karena alasan dan motivasi apa saja. Mengejar kepuasan yang tiada habisnya juga merupakan dorongan perilaku seks yang brutal. Sekaligus juga bentuk ekspresi keserakahan yang disalurkan melalui hasrat seks. Manusia tak pernah puas  dalam seksualitas. Keinginan untuk bebas juga menjadi penyebab lain selain keserakahan dan pemujaan pada kepuasan.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan pada jajaran aparat penegak hukum agar menangani kejahatan seksual dengan cara-cara luar biasa. Selain menyatakan kejahatan tersebut sebagai kejahatan luar biasa, Presiden Joko Widodo juga menginginkan agar penanganan, sikap, dan tindakan seluruh elemen, baik itu pemerintah maupun masyarakat, untuk kasus-kasus serupa itu juga luar biasa.

Di sisi lain masyarakat harus merumuskan batasan atau rambu-rambu dari hasrat seks agar tidak mendorong keliaran perilaku seks yang brutal. Kasus Yuyun yang membuat shock masyarakat adalah perilaku seks yang didorong ‘naluri keliaran, keserakahan dan pemujaan pada kepuasan’ yang salah. Gambaran mendasar bagaimana kebebasan salah diekspresikan seolah tanpa batas bisa kita lihat dalam beragam perilaku seks manusia modern yang sangat memuja kepuasan.

“Oleh karena itu penanganannya harus dengan cara-cara yang juga luar biasa. Sikap dan tindakan kita juga harus luar biasa. Tadi sudah saya sampaikan pada Kapolri, Jaksa Agung bahwa ini harus ditindaklanjuti dengan cepat, dengan ketegasan, namun tetap sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Presiden Jokowi.

Seks adalah wacana yang terus hidup di masyarakat dan karena wacana moral digali dari problematika seks, moralitas juga berkembang bersama pergeseran atau perubahan nilai dalam masyarakat. Setiap unsur masyarakat bersama-sama menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang mendasar dan tetap relevan di tengah perubahan zaman. Selain cara penanganan yang luar biasa terhadap kejahatan seksual tetap diperlukan upaya memperkuat fondasi moralitas bangsa.

Terkait dengan payung hukum mengenai penanganan kasus-kasus kejahatan seksual, Presiden menyampaikan bahwa saat ini tengah disiapkan payung hukumnya: rancangan Perppu atau revisi Undang-Undang terkait penanganan kasus kejahatan seksual tersebut. Presiden juga menyampaikan bahwa Perppu atau revisi Undang-Undang baru diproses. Di sisi lain peran sekolah sebagai salah satu pembentuk nilai-nilai, budi pekerti dan moralitas bangsa, juga sangat penting dalam mengantisipasi bahaya kejahatan seksual.