Realokasi Subsidi BBM

realokasisubsidibbm-fine

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kurang berkualitas karena berbasis utama pada konsumsi dan dampaknya terhadap pemerataan pendapatan  masih terbatas. Pertumbuhan ekonomi perlu diarahkan menjadi pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi harus berkualitas serta berkeadilan. Karena itu, diperlukan alokasi APBN yang mampu menjadi stimulus bagi kegiatan  ekonomi produktif (investasi).

Pada APBNP 2015 Presiden Joko Widodo mengambil  kebijakan strategis guna memberi ruang fiskal untuk pembangunan yaitu dengan mengalokasikan sebagian subsidi BBM untuk program pembangunan yang bersifat produktif. Realokasi subsidi BBM sebesar Rp. 211 triliun ditujukan untuk pembangunan waduk, pembuatan jalan tol, swasembada pangan, KIS, KIP, KKS, dan sebagainya. Program produktif menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengentaskan kemiskinan dan memakmurkan masyarakat Indonesia serta menjamin hak-hak dasar rakyat Indonesia. Dengan demikian, realokasi subsidi BBM akan memperbaiki postur distribusi kesejahteraan agar berpihak pada rakyat miskin berbasis pada ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.