Sejak merdeka hingga sekarang jalan tol yang dibangun hanya 800 km. Lima tahun ke depan, pemerintah akan membangun minimal 1000 km

Pembangunan infrastruktur yang terus digenjot oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) telah mulai terlihat dampak positifnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Pembangunan jalan tol di Kabupaten Pasuruan misalnya, telah meningkatkan nilai investasi yang masuk ke daerah ini pada tahun 2015, yang kini sudah mencapai Rp15 triliun. Angka ini lebih besar Rp5 triliun dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2014.

Meningkatnya nilai investasi di Pasuruan terutama didukung pula dengan adanya pasokan sumber energi gas dengan adanya pipa PGN dan Pertagas yang tentu akan sangat vital perannya dalam mencukupi kebutuhan energi untuk industri. Pembangunan jalan tol ini ternyata merupakan insentif yang menarik bagi investor, yang tentu memperhitungkan penurunan biaya transportasi bila konektivitas sudah terjadi bila proyek ini dirampungkan.

Di Cirebon, pembukaan jalur tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Kota Cirebon, Jawa Barat pun telah memberikan dampak pada pertumbuhan perekonomian, salah satunya akibat dari pembangunan sejumlah hotel untuk para wisatawan. Dalam dua tahun terakhir tercatat ada 30 hotel baru telah dibangun. Sektor pariwisata yang menjadi andalan Cirebon adalah wisata sejarah.

Lain lagi dengan Provinsi Banten. Dampak positif pembangunan infrastruktur juga telah memberikan kenaikan signifikan terhadap sektor industri pengolahan. Pada triwulan III 2015, sektor industri pengolahan tumbuh 3,44 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2015 yang hanya tumbuh 2,58 persen.

Hal ini terjadi karena industri logam dasar atau baja yang sebelumnya sempat mengalami perlambatan akibat serbuan baja impor, pada triwulan III 2015 mengalami kenaikan permintaan, yang tercermin dari meningkatnya indeks produksi baja. Kenaikan permintaan baja merupakan dampak dari kerjasama yang dilakukan pemerintah dalam rangka pembangunan proyek infrastruktur, yang menghimbau para pelaksana proyek untuk menggunakan baja nasional.

Bedasarkan data Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi hingga triwulan III 2015 di bidang infrastruktur mencapai Rp90,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014 lalu.

Itu sebabnya, Presiden Jokowi menghimbau, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk turut aktif dalam memberikan dukungan terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) agar turut menyukseskan pembangunan infrastruktur di daerahnya. Pasalnya, lanjut Presiden, investasi di bidang infrastruktur memang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi.

“Berikan tekanan pada Pemda bahwa investasi infrastruktur dan manufaktur penting sekali. Kalau hal yang berkaitan dengan investasi sumber daya alam, itu yang perlu dihitung,” ujar Presiden Jokowi, dalam acara Munas DPRD Kabupaten se-Indonesia, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis 17 Desember 2015.

Presiden mengingatkan, investasi di bidang infrastruktur akan memberikan dampak dalam jangka panjang. Manfaatnya akan terus berkesinambungan. Oleh karena itu, kehadiran investor dalam pembangunan infrastruktur harus mendapat dukungan. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp313 triliun untuk pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia di tahun 2016. Khusus untuk jalan tol, pemerintah menargetkan dalam 5 (lima) tahun mendatang akan dibangun hingga mencapai total 1000 kilometer (km).

“Jalan tol yang dibangun sejak merdeka hingga sekarang hanya 800 km. Lima tahun ke depan, pemerintah minimal akan membangun 1000 km,” kata Presiden Jokowi saat berbicara di Kongres ke-20 Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Sabtu 12 Desember 2015.