Pemerintah akan mempermudah, menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan. Kejelasan hukum dan payung hukum serta pembebasan lahan pun akan dicarikan solusinya

Modal fisik dan sumber daya manusia berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan modal fisik sangat terkait dengan ketersediaan dana investasi.

Perekonomian Indonesia jangka menengah dan jangka panjang dihadapkan pada tantangan pokok yakni masih terkendalanya pembangunan faktor produksi komplementer yang menghambat pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkualitas, yakni infrastruktur.

Kendala infrastruktur antara lain bersumber dari masih rendahnya kualitas jalan, pelabuhan, bandara, kereta hingga kualitas pasokan listrik. Sebab itu, Presiden Jokowi dalam program-program prioritas pemerintahnnya berupaya untuk membangun infrastruktur yang baik dan memadai sehingga akan menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Pemerintah Indonesia saat ini fokus terhadap proyek infrastruktur, karena proyek pembangunan infrastrukur yang padat modal dan jangka panjang. Buruknya infrastruktur saat ini di Indonesia, menurut Presiden Jokowi menjadi hambatan utama untuk membuat growth engine baru agar ekonomi Indonesia bisa bangkit.

“Perbaikan infrastruktur penting untuk menekan biaya produksi, menekan biaya transportasi, dan menekan biaya distribusi,” kata Presiden Jokowi di hadapan para pengusaha dan ekonom pada forum “Paparan Presiden Menjawab Tantangan Ekonomi”, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (9/7/2105).

Menurut Presiden Jokowi, distribusi melalui laut adalah paling murah, karena itu pembangunan dikonsentrasikan pada tol laut. Pembangunan sudah dimulai di Kuala Tanjung. Sementara di Makassar sudah dimulai dan progresnya semakin baik. Sebentar lagi di Sorong, dan seterusnya hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Presiden Jokowi melanjutkan, akan pula dibangun 24 pelabuhan di seluruh tanah air. Selain itu, pembangunan ruas tol trans Sumatera juga telah dimulai, yang nantinya akan membentang dari Lampung menuju ke Palembang, Padang, Pekanbaru, Medan hingga Aceh sepanjang 2600 km.

Pembangunan infrastruktur ini, kata Presiden Jokowi, salah satunya untuk mendukung target kemandirian pangan yang telah dimulai 2015 ini, dan saat ini yang sedang dalam tahap pengerjaan adalah pembangunan 13 bendungan besar untuk pengairan sawah, dan juga irigasi-irigasi yang menuju ke persawahan.

Guna mempermudah realisasi proyek pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi menegaskan pemerintah akan mempermudah proses perizinan dan akan terus disederhanakan serta dipercepat. Selain itu, kejelasan hukum dan payung hukum akan terus dibuat, pembebasan lahan yang terus jadi masalah juga akan terus dicarikan solusinya.

”Ini semua sudah menjadi komitmen pemerintah, dan ini semua akan terus kita genjot tanpa kecuali,” kata Presiden Jokowi dengan tegas.

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang memadai, disadari memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan pendapatan dan dampak jangka panjangnya meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto) per kapita. Perbaikan infrastruktur memiliki kontribusi juga dalam meningkatkan produktivitas dan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Secara umum, di berbagai Negara maju, infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di mana pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan dijumpai pada wilayah dengan tingkat ketersediaan infrastruktur yang mencukupi.

Kondisi infrastruktur di Indonesia yang belum memadai dan memenuhi kebutuhan baik untuk bisnis maupun masyarakat berdampak pada perlambatan ekonomi di masyarakat. Dengan dibangunnya infrastruktur yang memadai di seluruh wilayah Indonesia, selain akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian, juga diharapkan akan berdampak pada pemerataan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.