Pemerintah melakukan inisiatif “Investasi untuk Rakyat” untuk mengoptimalkan dampak investasi bagi masyarakat, termasuk bersinergi dengan jaringan pondok pesantren

Upaya pemerintah untuk menciptakan dua juta lapangan kerja per tahun terus digenjot melalui berbagai kebijakan kemudahan berinvestasi, terutama di bidang industri padat karya. Laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatatkan pada periode Januari – September 2015, investasi langsung menyerap tenaga kerja sebesar 1.059.734 tenaga kerja. Sektor industri secara umum menyerap 661.630 tenaga kerja, 62,4% dari total angka serapan tenaga kerja. Sedangkan industri padat karya menyerap 322.941 tenaga kerja langsung, atau 30,5% dari total serapan tenaga kerja.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur pada 9-11 November 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan program penciptaan lapangan kerja melalui sinergi investasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) dengan pondok pesantren. Hal ini merupakan bagian dari Inisiatif “Investasi untuk Rakyat” yang berupaya untuk mengoptimalkan dampak positif investasi sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

Program sinergi investasi ini digagas agar investasi tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, namun juga harus mampu menyentuh langsung dan berperan dalam mensejahterakan masyarakat.

“Alhamdulillah saya bersyukur pada sore ini ada kerjasama investasi antara Pondok Pesantren dan investor. Saya sudah memerintahkan ini setahun yang lalu, baik yang di Boyolali, di Jawa Barat dan Jawa Timur ,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden menegaskan, pemerintah terus mendorong investasi di tengah-tengah tingkat persaingan antar negara yang semakin ketat. Dengan adanya investasi maka akan terbuka banyak lapangan kerja. Presiden mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi masalah yang sama dengan negara-negara lain, yakni pengangguran, jika tidak dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Di sinilah nilai penting dari investasi.

Menurut Presiden, semakin banyak uang yang beredar di suatu negara, maka potensi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di negara tersebut akan semakin besar pula. “Tanpa adanya peredaran uang yang banyak di suatu negara, jangan harap negara tersebut bisa semakin baik,” ucapnya.

Program sinergi investasi dikembangkan melalui pilot project di tiga kabupaten, yaitu di Gresik, Jawa Timur, Boyolali, Jawa Tengah, dan Majalengka, Jawa Barat. Pilot project ini melibatkan tiga perusahaan dengan potensi total penyerapan tenaga kerja mencapai 21.741 orang. Di sisi pesantren, terdapat sembilan pesantren dan Madrasah Aliyah yang ikut berpartisipasi dengan jumlah santri sekitar 7.000 orang.

JIIPE memiliki kawasan industri seluas 2.933 hektar, dilengkapi pelabuhan laut seluas 406 hektar dan kawasan hunian seluas 77 hektar. Nilai total investasi pengembangan kawasan industri ini sebesar Rp50 triliun.

Saat ini, JIIPE sedang memasuki masa konstruksi yang dilakukan oleh dua BUMN yaitu PT Hutama Karya dan Waskita Karya. Dalam proses konstruksi ini, terserap 1.500 tenaga kerja langsung, di mana 90% berasal dari masyarakat di sekitar kawasan industri, yaitu Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar, Gresik. Sedangkan Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin merupakan Pondok pesantren dengan jumlah 2.000 santri setingkat SLTA, 1.500 santri setingkat PT dan lulusan SMA dalam 4 tahun terakhir.