Ditemui di Perumahan Pesona Bukit Batuah, Balikpapan, Indah (27), akhir Februari 2018 lalu tak menyangka proses mendapatkan rumah subsidi yang diurus suaminya berlangsung cepat, hanya 2 minggu. Ia juga mengaku uang muka dan cicilannya sesuai dengan pendapatannya.

Diresmikan Presiden Jokowi pada Juli, 2017, perumahan yang berlokasi di km 5,5 jalan raya Balikpapan-Samarinda ini  merupakan wujud program nasional pembangunan Satu Juta Rumah yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang belum memiliki rumah.

Program Sejuta Rumah menawarkan uang muka yang sangat ringan dan cicilan bulanan yang terjangkau. Dengan membayar uang muka 1% dari dan cicilan ringan yang besarnya tergantung pada jangka waktu pelunasan, masyarakat bisa langsung menghuninya.

Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, jangankan membeli tunai, untuk mencicil bulanan saja terasa berat, jika tidak disubsidi. Mereka akhirnya terpaksa mengontrak, yang tentu akan menggerus pendapatan. Jika dibiarkan, mereka semakin sulit mempunyai rumah sendiri.

Khusus untuk Perumahan Pesona Bukit Batuah, pemerintah telah memberi subsidi uang muka dan bunga. Sehingga bagi PNS, TNI, dan Polri, cukup dengan uang muka Rp 2 juta, mereka sudah dapat memiliki rumah ber tipe 36/84 dengan angsuran Rp 936.400 per bulan dengan bunga tetap 5 persen per tahun untuk masa angsuran 20 tahun.

Sementara untuk karyawan swasta uang muka mulai Rp 7 juta dengan angsuran paling lama 20 tahun sebesar Rp 902.800. Harga tersebut sudah termasuk sertifikat tanah, IMB, air PDAM, dan pasokan listrik 1.300 VA.

Sejauh mata memandang lokasi perumahan yang tak jauh dari pusat kota ini berdiri di atas kontur tanah yang sedikit berbukit. Rumah nampak berderet memanjang yang dipisahkan oleh jalan antar blok yang cukup lebar dan bisa dilalui dua mobil. Blok dibangun mengikuti kontur yang naik turun.

Manajer lapangan Yanto mengatakan, hingga saat ini sudah dibangun 1.100 unit rumah dari sekitar 4.000 rumah bakal menyusul.

Siang itu, sebagian besar penghuni tengah masuk bekerja, namun kami sempat menemui dan berbincang dengan salah satu penghuni, Indah (27), ibu rumah tangga di halaman depan rumahnya.

Ia cukup kaget dengan kecepatan mendapatkan rumah ini. “Suami bilang, kita ambil rumah ya, selang dua minggu sudah dapat, dan tinggal tunggu antrean nomor rumah. Prosesnya sangat mudah dan ngurusnya cepat,” ungkap Indah, istri dari Rizal yang bekerja sebagai pengemudi di Balikpapan.

Indah merasa senang harga dan cicilannya terjangkau dan sesuai dengan pendapatan yang mereka terima. Terlebih pengembang selalu mengusahakan untuk mewujudkan fasilitas yang diperlukan.

dengan harga Rp 142 juta, ia sudah mendapatkan rumah tipe 36/84. Terdiri atas 2 kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang keluarga yang menyatu dengan kamar tamu, maupun dapur.

Ia membayangkan rumah dengan luas dan fasilitas seperti di atas bila tidak disubsidi harganya bisa mencapai Rp 300 – 400 juta di Balikpapan.

Itulah sebabnya, ia sangat bersyukur atas program rumah subsidi ini. Setelah setahun tinggal, Indah yang sebelumnya menyewa, mengaku rumahnya layak huni dan lingkungannya nyaman. Termasuk hubungan dengan tetangga.

Ia pun berharap Program Satu Juta Rumah ini dilanjutkan pembangunannya, ditambah unitnya, dan tepat sasaran karena meringankan masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam mendapatkan rumah layak huni.

Pionir Program Sejuta Rumah telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah, pada 29 April 2015. Program ini tersebar di berbagai provinsi yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Riau, dan Sulawesi Selatan.

Lewat program ini pemerintah ingin agar keadilan mendapatkan papan bagi masyarakat terwujud di berbagai wilayah di Indonesia.