Indonesia timur adalah bagian dari Indonesia, tapi selama ini kurang mendapat perhatian. Namun, sekarang perhatian itu langsung diberikan oleh Presiden Jokowi. Bukan sekedar janji dalam kampanye, baru enam bulan menjabat, Presiden Jokowi sudah dua kali mengunjungi Papua.

Di Manokwari, Papua Barat, Presiden Jokowi meresmikan infrastruktur sistem jaringan tulang punggung pita lebar Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). SMPCS yang dicanangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) adalah pembangunan jaringan serat optik dengan panjang total 8.772 kilometer menghubungkan kawasan Timur Indonesia.

Presiden Jokowi berharap dengan adanya infrastruktur serat optik yang saat ini tersambung sampai Papua Barat, masyarakat di Indonesia Timur bisa menikmati wi-fi, jaringan internet, sama seperti di saudara-saudaranya di wilayah barat Indonesia. Di Papua, Presiden Jokowi juga ingin membangun transportasi laut yang diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian warga setempat.

Di Maluku Utara, Presiden Jokowi membawa triliuan rupiah untuk membangun infrastruktur, pertanian dan pariwisata. Khusus untuk Maluku Utara, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp 3 triliun untuk pembangunan pelabuhan dan jalan di Ternate dan Tidore. Ada pun untuk pertanian, disiapkan dana Rp 500 miliar. Demikian juga untuk pariwisata. Presiden Jokowi juga berharap suatu saat nanti Maluku menjadi lumbung padi nasional karena letaknya secara geografis yang memungkinkan untuk itu.

Terkait dengan tingginya harga semen di Wamena, pemerintahan Presiden Jokowi terus berupaya dan memutar otak untuk mencari jalan keluarnya. Salah satunya adalah dengan menjajaki penggunaan pesawat Hercules untuk mengangkut semen dari Jayapura menuju Wamena seperti diusulkan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo. Ini disebabkan karena diskrepansi harga tertinggi, terjadi bukan dari Jakarta ke Wamena. Tapi dari Jayapura ke Wamena.

Harga semen per zak di Jakarta adalah Rp50.000, sedangkan di Jayapura mencapai Rp80.000 hingga Rp100.000. Namun di Wamena bisa mencapai Rp1 juta. Jika menggunakan pesawat Hercules, ongkos angkutnya diperkirakan mencapai Rp150.000 per zak. Ini berarti, total per zak bisa diturunkan menjadi Rp250.000 di Wamena.

Mengatasi persoalan-persoalan pelik memang butuh kreativitas. Yang terpenting adalah kesungguhan untuk terus memberikan yang terbaik dan mengkoreksi kekeliruan yang pernah terjadi di masa lalu. Selebihnya, pemerintah telah menegaskan komitmen untuk membangun Indonesia Timur, baik dalam Nawacita maupun Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, yaitu dengan percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.