Pohon jati dibalik batu. Dahannya jatuh elok diikat.

Tax amnesty langkah yang jitu. Agar ekonomi cepat meningkat.

Sebait pantun dari Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi membuat seluruh hadirin bertepuk tangan di Hotel Santika, Medan, Kamis (21/7/2016) sore. Dalam sambutan selamat datang kepada Presiden Jokowi, Erry menggugah seluruh pengusaha dan wajib pajak di Pulau Sumatera mendukung program tax amnesty.

Gubernur Sumut Erry Nuradi menyambut baik amnesti pajak sebagai kesempatan berharga yang tidak bisa ditawar. Keberhasilan amnesti akan menumbuhkan investasi yang lebih baik, mendorong perekonomian berbagai wilayah khususnya Sumatera Utara.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di triwulan pertama sebesar 5,02 persen, naik dibanding triwulan yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang tiga lapangan usaha utama; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,89 persen, industri pengolahan 19,8 persen, serta perdagangan 17,71 persen. Hal ini karena program pemerintah melalui berbagai paket kebijakan ekonomi.

Pemprov Sumut optimis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4 persen di triwulan kedua tahun 2016.

Erry mengimbau pengusaha di Sumatera Utara mendukung kebijakan tax amnesty. Ia juga mengajak para pengusaha terus berkontribusi bagi negara melalui kepatuhan membayar pajak.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyinggung pembangunan pelabuhan Kualatanjung dan meminta menteri BUMN agar pembangunannya selesai di tahun 2017. Pelabuhan ini akan menjadi hub logistik indonesia bagian barat dengan fasilitas yang lengkap.

Presiden juga berharap pengusaha dan wajib pajak di Pulau Sumatera menunjukkan nasionalisme dengan mendukung program Tax Amnesty. Kebijakan ini harus berhasil untuk kepentingan besar yakni pembangunan bangsa Indonesia. “Saat ini negara membutuhkan partipasi saudara-saudara sekalian,” kata Presiden Jokowi.

Negara membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur. Kebutuhan dana infrastruktur sebesar Rp 4.900 triliun. Sementara APBN selama 5 tahun ini hanya bisa menyediakan Rp1.500 triliun. Masih kurang Rp 3.400 triliun.

“Dari mana uangnya? Dari pajak kita, sehingga kita bisa pakai untuk membangun infrastruktur. Kalau infrastruktur rampung, pertarungan baru bisa kita mulai. Biaya logistik dan biaya transportasi jauh lebih murah. Biaya logistik Indonesia dibanding Singapura lebih mahal 2 kali lipat karena infrastruktur kita belum siap,” kata Presiden.

Selain infrastruktur, dana yang masuk ke tanah air lewat tax amnesty bisa digunakan dalam berbagai bentuk investasi. Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan beberapa instrumen investasi sektor riil seperti pelabuhan, airport, jalan tol, dan pembangkit listrik.

“Kalau infrastruktur belum siap, kita ketinggalan. Momentumnya sekarang ini. Oleh sebab itu saya mengajak Bapak-Ibu ikut berpartipasi dalam amnesti pajak. Tidak ada yang rugi. Kalau masuk investasi pasti ada untungnya,” kata Presiden.

Presiden juga menekankan amnesti pajak bukan untuk pengusaha besar yang punya dana dan aset di luar negeri saja. UMKM yang omzetnya di bawah Rp4,8 miliar bisa ikut amnesti pajak dengan tebusan sangat kecil yaitu 0,5 persen.

“Ini untuk semua masyarakat, yang belum punya NPWP silahkan. Ini kesempatan,” pesan Presiden.

Sebagai mantan pengusaha, Presiden sangat mengetahui bagaimana proses transfer pricing dilakukan pengusaha. Namun sebagai warga negara yang hidup dan makan di Indonesia, bertempat tinggal di indonesia, juga dengan kemudahan pemerintah mencari rezeki di indonesia, seyogianya ikut bersama membangun negara yang kita cintai ini.

“Karena orang bijak adalah orang yang taat dan patuh membayar pajak.”