Program pemerintah membangun industri perikanan modern harus didukung budaya makan ikan di semua lapisan masyarakat. Presiden Jokowi pun sejak beberapa waktu lalu mendorong rakyat agar gemar makan ikan.

Selama ini hanya sebagian kecil rakyat Indonesia yang bisa disebut sebagai penikmat makan ikan. Sebagian besar masih lebih memilih daging sebagai makanan enak favorit. Presiden Jokowi beberapa waktu lalu sudah mulai mendorong rakyat agar gemar makan ikan. Ini berarti upaya mengubah pola makan masyarakat. Hal ini seiring dengan program pemerintah untuk memaksimalkan berbagai potensi dan kekayaan maritim kita. Seharusnya sebagai bangsa maritim kita juga menjadi manusia penikmat ikan. Setidaknya secara seimbang mengkonsumsi ikan dan daging.

Dalam upaya menjaga kekayaan laut kita, Presiden mengapresiasi kinerja dan prestasi yang dicapai oleh Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal (Satgas 115) dalam memberantas pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden dalam arahannya kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal di Kantor Presiden, Jakarta (29 Juni 2016). Selain mengapresiasi kinerja Satgas 115, Presiden juga menyatakan kebanggaannya atas kekompakan lembaga, instansi, dan aparat di lapangan yang bahu-membahu melakukan pemberantasan illegal fishing.

Terkait dengan program prioritas pemerintah untuk membangun industri perikanan modern, jika budaya makan ikan sudah semakin meluas di semua kalangan dan lapisan masyarakat, maka ini akan menjadi salah satu faktor pendukung bagi bertumbuh-kembangnya industri perikanan modern yang dicanangkan Presiden Jokowi. Langkah awal untuk melindungi kekayaan laut kita sudah mulai membuahkan hasil. Presiden memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang telah dicapai oleh Satgas 115, baik dalam menangkap kapal-kapal asing ilegal dan juga dalam menjaga sumber daya laut kita menuju visi maritim Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa kekompakan yang terjalin antar aparat pemerintahan merupakan salah satu kunci sukses pemberantasan illegal fishing di Indonesia. Dengan adanya kekompakan, kasus-kasus pencurian ikan yang sebelumnya tidak tertangani kini dapat dicegah. Sebelum ini, setiap hari sedikitnya 7000 kapal asing lalu lalang di perairan Indonesia untuk menangkap ikan dengan leluasa. Kenapa sebelumnya ini tidak tertangani? Salah satunya karena belum ada kekompakan di antara aparat-aparat kesatuan yang menangani laut kita. Demikian dijelaskan Presiden.

Keberhasilan ini tidak boleh membuat para aparat menjadi jumawa. Presiden mengingatkan dan berpesan agar kekompakan terus dijaga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ketegasan dalam memberantas pencurian ikan di perairan Indonesia. Konsistensi ini penting agar dunia melihat bahwa kita serius. “Memang bertahun-tahun kelemahan kita adalah ego sektoral, antar kementerian tidak bekerja sama, antar kesatuan tidak bekerja sama. Itu dilihat oleh mereka sehingga mereka berani masuk hingga ribuan banyaknya. Sekarang, silakan masuk kalau ingin mencoba Satgas 115,” tegas Presiden Joko Widodo disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Presiden juga menginstruksikan agar Satgas 115 melangkah ke depan dengan mulai  mengembangkan industri perikanan Indonesia. Presiden meminta kesiapan infrastruktur yang dapat menunjang visi maritim Indonesia. “Yang paling penting sekarang bagaimana menyiapkan industri perikanan kita, menyiapkan kemaritiman kita agar semuanya terjaga. Menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan budaya kemaritiman kita, menyiapkan sisi pertahanan agar sumber daya alam laut kita betul2 kita manfaatkan sebesar2nya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” ucap Presiden.

Menutup arahannya, Presiden meminta kepada kementerian terkait untuk segera beralih menuju industri perikanan yang modern dan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang industri modern tersebut. “Kita harus melangkah ke industri perikanan yang modern. Pengolahan, pengalengan, dan sebagainya sehingga memberikan nilai tambah yang besar bagi negara kita terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Ketika kita ingin masuk ke industri perikanan, maka pastikan bahwa infrastruktur pendukungnya tersedia, mulai dari jalan, pelabuhan, listrik, dan lahan untuk industri pengolahan,” tegas Presiden.

Partisipasi dan dukungan rakyat untuk mewujudkan cita-cita ini sangat dibutuhkan. Salah satunya yang paling mudah dilakukan adalah dengan mulai menyukai ikan. Mulai mengubah dan memperluas selera makan sehingga tidak hanya berorientasi pada daging. Mulai mengurangi konsumsi daging dan menggantinya dengan ikan yang juga memiliki kandungan protein tinggi ditambah dengan zat-zat penting lain untuk kesehatan. Seiring dengan program membangun industri perikanan modern, gerakan ayo makan ikan harus segera mulai berjalan. Dan karena pada dasarnya ikan adalah makanan lezat seharusnya tidak sulit untuk mulai menyukai ikan sebagai santapan sehari-hari.