Di saat libur bersama lebaran, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tetap blusukan ke beberapa kampung. Tujuannya bukan melulu bagi sembako tapi untuk berbagi kebersamaan di tengah rakyat.

Sejak tanggal 1 Juli 2016, saat libur nasional lebaran dimulai dan sebagian besar rakyat Indonesia berada dalam perjalanan mudik, Presiden Jokowi melakukan serangkaian blusukan untuk berbagi dalam kebersamaan dengan rakyat. Agenda resmi Presiden pada 1 Juli adalah menghadiri syukuran Hari Bhayangkara ke 70 dan berbuka puasa bersama keluarga besar Mabes Polri. Namun sebelum menghadiri acara tersebut, Presiden melakukan blusukan di sekitar kota Depok, Jawa Barat untuk menemui dan berbagi bersama warga di tiga lokasi kawasan Depok dan Kebayoran Lama.

Lokasi pertama di wilayah Depok yang dikunjungi Presiden adalah Kampung Lio, lalu disusul kunjungan ke Kampung Bulak dan kemudian singgah di Jalan H. Aom, di daerah Kebayoran Lama. Di setiap lokasi yang dikunjungi, Presiden disambut dan dikerumuni rakyat yang ingin bersalaman dan merasakan kehadiran Presiden dengan bertemu langsung. Sebaliknya pun demikian, melalui blusukan Presiden juga ingin berada di tengah rakyatnya dan berbagi kebersamaan walau hanya sejenak. Membagi sembako dan bingkisan hanyalah pelengkap acara, bukan tujuan utama dari blusukan. Tujuan utamanya tetap untuk berbagi kebersamaan dan kali ini khusus dalam suasana menjelang lebaran.

Presiden juga selalu membagikan buku tulis untuk anak-anak di setiap lokasi blusukan. Ini mengandung pesan yang sangat jelas, yaitu agar anak-anak rajin belajar dan menjadi anak Indonesia yang pintar. Anak-anak adalah calon generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan global yang semakin membutuhkan kecerdasan, kegigihan dan ketangguhan. Karena itulah Presiden selalu membagikan buku tulis pada anak-anak, yaitu agar mereka menjadi generasi penerus yang cerdas, gigih, tangguh, berkualitas dan mampu bersaing di tengah era kompetisi global dengan bangsa-bangsa lain.
Esok harinya, tanggal 2 Juli 2016, Presiden kembali berinisiatif melakukan blusukan sebagai agenda spontan. Tanpa dijadwalkan dalam agenda kepresidenan, sabtu sore itu, Presiden kembali melakukan upaya untuk berbagi kebersamaan bersama rakyat di sekitar Istana Kepresidenan Bogor. Bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, Presiden mengunjungi warga masyarakat di kawasan Pasar Lawang, tak jauh dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Jalan Suryakencana, Bogor.

Warga yang sama sekali tidak menduga akan didatangi Presiden pun terkejut sekaligus senang bisa merasakan kehadiran langsung Presiden di antara mereka. Mereka dengan bersemangat dan antusias mengerumuni Presiden untuk bersalaman dan menyapa. Hadir di tengah rakyat bagi Presiden adalah salah satu wujud kebersamaan dan komitmen untuk memajukan bangsa dan mensejahterakan rakyat. Itulah yang membuat Presiden dan Ibu Negara selalu antusias untuk berbagi kebersamaan dengan rakyat dimana pun dan kapan pun setiap kali ada kesempatan. Ini juga merupakan pewujudan butir pertama Nawacita yang menegaskan kehadiran negara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Lokasi kedua yang dikunjungi Presiden dan Ibu Negara sore itu adalah Pasar Anyar yang dulu dikenal dengan nama Pasar Kebon Kembang. Pasar ini adalah salah satu pasar tradisional yang cukup berkembang dan maju di kota Bogor sebagai salah satu pusat perekonomian masyarakat Bogor. Sama seperti di lokasi sebelumnya, warga menyambut Presiden dengan kegembiraan dan antusiasme yang spontan. Bukan karena kebiasaan presiden membagi bingkisan sembako atau buku tulis, tapi lebih karena rakyat merasa diperhatikan dan merasakan kehadiran Presiden dalam kehidupan mereka.
Pada tanggal 4 Juli, Presiden melakukan kunjungan kerja ke Propinsi Banten, tepatnya di Kampung Ranca Garut, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak. Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan evaluasinya tentang arus mudik lebaran 2016. Terkait kemacetan di tol Pejagan – Brebes Timur, salah satu titik macet terparah, Presiden menyampaikan akan segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan tol yang tersisa agar di tahun mendatang tidak terjadi lagi kemacetan parah. “Insya Allah dalam dua tahuh ini kita akan selesaikan,” ujar Presiden. Sebelumnya, dalam acara syukuran 70 tahun Hari Bhayangkara (1 Juli), Presiden menyampaikan penghargaan dan apresiasi pada seluruh anggota Polri atas kerja keras yang ditunjukkan selama ini. Tentunya termasuk kerja keras di masa mudik lebaran untuk mengamankan para pemudik.

Dari Propinsi Banten, Presiden kemudian bertolak menuju kota Padang sebagai tempat berlebaran Presiden dan Ibu Negara. Di kota Padang, setelah Shalat Isya dan Tarawih bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden kembali melanjutkan blusukan ke Kampung Seberang Pebayan, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan. Sama seperti semua blusukan lain, tujuan utamanya adalah berbagi kebersamaan dengan rakyat. Menyatu dengan rakyat agar bisa memperjuangkan nasib rakyat dengan lebih baik lagi.