????????????????????????????????????

Memasuki persiapan peringatan 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Presiden Jokowi mengukuhkan 67 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang berasal dari 34 provinsi se-Indonesia.

Presiden juga memberikan tanda kehormatan bintang jasa utama pada tiga Bupati. Paskibraka yang dikukuhkan Senin siang (15/8) di Istana Negara akan bertugas dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 tahun 2016. Tanda kehormatan bintang jasa juga dianugerahkan pada sejumlah budayawan. “Dengan memohon ridho Tuhan yang Maha Kuasa, pada hari ini, saya mengukuhkan Saudara-Saudara sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas di Istana Merdeka, pada tanggal 17 Agustus 2016. Sebagai tanda dikukuhkannya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka di seluruh Tanah Air Indonesia,” tegas Presiden.

Paskibraka yang dikukuhkan mengucapkan ikrar di depan bendera Merah Putih, disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi. Paskibraka asal Sulawesi Barat, Ade Yuliana Iswan berkesempatan menjadi perwakilan yang memegang Bendera Merah Putih pada saat pembacaan ikrar. Dengan mengucap ikrar, Paskibraka menyatakan menjadi Putra Indonesia yang Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa; Bertumpah Darah Satu Tanah Air Indonesia; Berbangsa Satu Bangsa Indonesia; Bernegara Satu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; Berideologi Satu, Ideologi Pancasila; dan Bertekad Melaksanakan Semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Kami Putra Indonesia adalah generasi penerus perjuangan bangsa bertekad melaksanakan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara,” ucap ke-67 Paskibraka secara serentak. Pengukuhan Paskibraka sendiri mempunyai makna bahwa Paskibraka memiliki jiwa kesatria, satu perkataan dan perbuatan, bertanggung jawab, serta rela berkorban untuk Ibu Pertiwi, Tanah Air Indonesia. Ade Yuliana Iswan yang bertugas sebagai pemimpin di upacara pengukuhan mengungkapkan rasa leganya dan mengucap syukur karena acara berjalan lancar. Rasanya campur aduk antara terharu, sedih, senang dan bangga bisa menjadi perwakilan teman-teman untuk memimpin di Upacara Pengukuhan ini dan berhadapan langsung dengan Presiden,” kata Ade Yuliana Iswan.

Acara pengukuhan dilanjutkan dengan pemasangan lencana dan kendit, serta pemberian ucapan selamat oleh Presiden Jokowi dan tamu undangan kepada Paskibraka 2016. Hadir dalam acara ini antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Presiden Jokowi dalam kesempatan yang sama menganugerahkan Tanda Kehormatan RI kepada sembilan orang tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara. Mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Purn) Badrodin Haiti adalah salah satu penerima Tanda Kehormatan atas jasanya di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden No. 64/TK/2016 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.

Penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama berdasarkan Keputusan Presiden No. 65/TK/2016 adalah (1) Saifudin Aswari Riva’i, Bupati Lahat Provinsi Sumatera Selatan, atas jasanya dalam bidang sosial kemanusiaan dengan program listrik masuk desa, 99% wilayah Lahat terjangkau listrik. (2) Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan, atas jasanya dalam bidang koperasi dan UMKM untuk pedagang kaki lima di Pantai Seruni dan Pantai Lamalaka. (3) Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo provinsi DIY, atas jasanya dalam bidang koperasi dan UMKM dengan motto Bela dan Beli Kulon Progo. (4) Andi Eka Sakya, Kepala BMKG atas jasanya dalam bidang pelayanan BMKG dengan menggagas open data policy.

Untuk tokoh kebudayaan, berdasarkan Keputusan Presiden No. 66/TK/2016, Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada (1) Mangkunegara VI (Almarhum Raden Mas Soerjo Soeparto), atas jasanya dalam pelestarian budaya Jawa, musik, dan drama tradisional. (2) Taufik Ismail, atas jasanya di dunia sastra. (3) Martha Tilaar, atas jasanya dalam pelestarian jamu dan herbal dan (4) Achadiati Ikram, atas jasanya dalam bidang Filologi.