Semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat Indonesia selama ini sudah terbukti kuat, terutama dalam situasi bencana. Presiden Jokowi pun mengajak masyarakat untuk bergerak bersama.

Bencana alam adalah kejadian alam yang sulit diprediksi. Bisa terjadi setiap saat seperti banjir dan longsor yang menimpa masyarakat di Jawa Tengah. Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka cita atas jatuhnya korban tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Tengah, yang menewaskan sedikitnya 35 warga, akibat hujan yang terus turun sejak Sabtu (18/6). Presiden juga mengajak masyarakat untuk bergerak bersama-sama membantu korban musibah itu.

“Banjir, tanah longsor melanda beberapa daerah. Duka cita atas jatuhnya korban tanah longsor di Jateng. Kita bergerak bersama membantunya ,” tulis Presiden Jokowi dalam akun twitternya @jokowi (19/6). Semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat Indonesia selama ini sudah terbukti kuat, terutama dalam situasi bencana. Hal ini merupakan modal sosial yang harus terus diperkuat. Masyarakat Indonesia di berbagai wilayah sejak dahulu memiliki nilai dan kearifan lokal yang sama dalam hal bergotong-royong.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Minggu (19/6) pukul 17.30 Wib, jumlah korban akibat banjir dan longsor di Jawa Tengah adalah 35 orang tewas, 25 orang hilang, 14 orang luka-luka, ratusan rumah rusak dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah. “Pencarian korban hilang, evakuasi dan penanganan darurat banjir dan longsor di 16 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan. Sebagian besar banjir telah surut. Sedangkan pencarian korban tertimbun longsor masih dilakukan serempak di beberapa titik longsor,” jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada pers.

Jumlah keseluruhan korban jiwa tersebut terdapat di Kabupaten Purworejo 19 tewas, 25 orang hilang, dan 11 luka-luka. Di Banjarnegara 6 tewas dan 3 luka-luka. Di Kebumen 7 tewas, Sukoharjo 1 tewas, Rembang 1 tewas dan Banyumas 1 tewas. Daerah yang paling parah mengalami longsor adalah Kabupaten Purworejo, dengan korban jiwa terjadi 5 lokasi. Di Desa Karangrejo Kecamatan Loano terdapat 9 tewas, 6 hilang dan 1 luka-luka, sedangkan akibat banjir 4 tewas, 2 hilang dan 7 luka-luka. Di Desa Pacekelan Kecamatan Purworejo terdapat 1 tewas dan 1 luka-luka. Di Desa Jelog Kecamatan Kaligesing ada 2 oang hilang, di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo ada 1 tewas dan 4 hilang, sedangkan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo terdapat 4 tewas, 11 hilang dan 2 luka-luka.

Kepada semua keluarga korban bencana banjir dan longsor Presiden menyampaikan bela sungkawa dan duka cita sedalam-dalamnya. Penyelamatan masih terus dilakukan di sejumlah titik longsor. Pencarian korban hilang masih terus dilakukan tim SAR gabungan meski akses menuju lokasi longsor cukup sulit dijangkau, khususnya jalan menuju Desa Dorowati yang kondisinya rusak berat. Pencarian pun dilakukan dengan manual oleh ratusan personil SAR gabungan. Lima alat berat dikerahkan untuk mencari korban di Purworejo. Semua upaya dikerahkan untuk penyelamatan seperti ditegaskan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. “Penyelamatan korban, itu dulu yang paling penting dan utama,” tegasnya.