Betapa strategisnya pembangunan infrastruktur, dapat dilihat dari  hasil studi Progressive Policy Institute yang menunjukkan setiap 1 dollar AS yang dibelanjakan untuk infrastruktur transportasi, berdampak pada pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5 – 2 dollar AS.

 

Dalam kacamata ekonomi, pembangunan infrastruktur adalah proyek strategis. Hasilnya, tidak segera terasa dalam 1-2 tahun, namun memberi landasan yang kokoh bagi perputaran lalu-lintas barang dan jasa. Dalam dunia investasi penyediaan sarana dan prasarana ini menjadi salah satu penilaian indikator kemudahan berusaha di suatu negara termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, pada masa dua tahun pemerintahan Jokowi-JK,  pembangunan infrastruktur dilakukan secara besar-besaran. Ini tercermin dari peningkatan alokasi belanja infrastruktur dari Rp 177,9 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp 317,1 triliun pada 2016 atau naik 178 persen.

Pemerintah percaya, peningkatan investasi dan daya saing tidak akan terwujud tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan, langkah-langkah percepatan dilakukan antara lain dengan:

  1. Menerbitkan Peraturan Presiden No. 75 tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas diterbitkan untuk membentuk KPPIP, yang telah menyelesaikan proyek yang ditargetkan.
  2. Menerbitkan Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang berisi 225 proyek infrastruktur dan 1 program ketenagalistrikan (35.000 MW).
  3. Memberikan penugasan kepada BUMN dalam pembangunan Tol Trans Sumatera, LRT Sumatera Selatan, dan LRT Jabodebek.
  4. Mengembangkan Skema KPBU di proyek Palapa Ring, Kilang Minyak Bontang, dan Tol Serang-Panimbang.
  5. Membiayai sebagian seksi jalan tol namun memberikan hak pengelolaan seluruh ruas jalan tol kepada kontraktor pembangun seksi lainnya dalam rangka meningkatkan nilai investasi kontraktor, seperti dalam pembangunan ruas tol Manado-Bitung dan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Apa yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur merupakan amanat butir ke-6 Nawacita: meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bagsa Indonesia bisa maju  dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

Tak hanya membangun proyek infrastruktur baru, pemerintah juga menyelesaikan proyek yang mangkrak. Proyek mangkrak seperti dikatakan Presiden, bagaimanapun sudah menyedot anggaran pemerintah, jadi sebaiknya segera dikaji apakah bisa dilanjutkan atau tidak. Kalau memang layak dilanjutkan agar segera diselesaikan untuk memberi manfaat pada masyarakat.

Selain itu, pemerintah telah melakukan persiapan 226 proyek strategis nasional, dimana 101 proyek bertujuan untuk membangun konektivitas. Seratus satu proyek tersebut, 52 proyek pembangunan jalan (tol dan jalan nasional, termasuk trans Sumatera dan trans Papua), 19 proyek jaringan rel KA, 17 proyek bandar udara, dan 13 proyek pelabuhan.

Konektivitas akan memudahkan kegiatan orang dan barang antar wilayah untuk meluncurkan kegiatan dan pemerataan ekonomi sehingga meningkatkan efisiensi dan kelancaran arus barang dan jasa antar wilayah di Indonesia.

Dengan adanya konektivitas, harga barang di seluruh wilayah Indonesia relatif sama, wilayah yang relatif tertinggal dapat meningkatkan peryumbuhannya sehingga kesenjangan dapat dikurangi. Dampak pembangunan infrastruktur ini, setidaknya ada 3 hal yang akan dicapai: biaya transportasi dan logistik lebih murah, pertukaran barang dan jasa lebih efisien, serta produk-produk nasional lebih bisa bersaing dengan asing.

Studi dari Progressive Policy Institute menunjukkan setiap 1 dollar AS yang dibelanjakan untuk infrastruktur transportasi, dampak bagi pertumbuhan ekonomi mencapai 1,5 – 2 dollar AS.

Beragam pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan ini menunjukkan keberanian dan visi pemerintah untuk memberi dasar bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Di tengah perlambatan ekonomi yang berakibat pada pengurangan penerimaan negara pemerintah tak surut, karena langkah ini dipandang sangat startegis. Dan waktunya adalah sekarang!