Presiden Jokowi menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat dalam mendorong akselerasi atau percepatan pembangunan untuk memutus rantai kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi – Jusuf Kalla telah membuahkan sejumlah hasil yang menggembirakan. Salah satu hal terpenting yang selalu ditegaskan Presiden Jokowi terkait capaian kerja kabinet selama dua tahun pertama ini adalah pentingnya membangun kepercayaan masyarakat. “Kita harus terus membangun dan meningkatkan trust atau kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan ini. Kalau kepercayaan masyarakat semakin tinggi maka akselerasi pembangunan bisa lebih cepat lagi,” ujar Presiden dalam wawancara khusus dengan beberapa media terkait capaian dua tahun kerja nyata pemerintah (20-10).

Selain sejumlah wawancara Presiden Jokowi dengan televisi sebagai bentuk komunikasi langsung Presiden dengan seluruh rakyat Indonesia, sosialisasi capain dua tahun kerja nyata juga dilakukan secara terpadu oleh Kantor Staf Presiden (KSP). Kepala Staf KSP, Teten Masduki, menggelar rangkaian acara press briefing mulai 21 Oktober 2016 dengan menghadirkan para menteri sesuai tema yang terkait dengan tugas dan tanggungjawab para menteri. Sebagaimana diinginkan Presiden Jokowi, di tahun kedua ini kiprah dan kinerja para anggota kabinet harus bisa berpacu dalam irama kerja yang selaras, tahan banting, solid dan berkecepatan tinggi. Pada press briefing hari pertama, tema yang diangkat adalah tentang percepatan pembangunan infrastruktur.

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi telah berhasil menciptakan situasi keamanan yang baik dengan dinamika politik yang wajar. Capaian di bidang pembangunan infrastruktur dan perekonomian juga signifikan dan berdampak langsung pada gini ratio yang berhasil mencapai 0,35% . Keberhasilan program tax amnesty juga merupakan bukti meningkatnya kepercayaan publik pada pemerintahan Jokowi – JK dalam dua tahun ini sebagaimana banyak dilansir oleh berbagai lembaga survey. Apa yang ditegaskan Presiden Jokowi tentang pentingnya membangun kepercayaan publik memang merupakan landasan penting dalam upaya melakukan perpecepatan pembangunan. Namun tentu saja hal ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. “Partisipasi publik yang konstruktif dalam melakukan fungsi kontrol tentu juga sangat diharapkan,” jelas Luhut.

Senada dengan arahan Presiden, Kementerian Pertanian juga melaporkan capaian-capaian program yang signifikan seperti pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian, pendirian toko tani untuk memangkas rantai supply yang terlalu panjang dan peningkatan produksi pangan strategis. Sementara di bidang peternakan, Menteri Pertanian, Amran Suleman, telah meluncurkan program SIWAB. “SIWAB itu singkatan dari Sapi Indukan Wajib Bunting yang diharapkan dalam waktu 4 – 5 tahun bisa berkontribusi menuju swasembada daging sapi,” jelas Amran. Semua program dari Kementerian Pertanian merupakan langkah-langkah untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Sepanjang tahun 2016, pemerintahan Presiden Jokowi telah mengerjakan 226 proyek infrastruktur, antara lain 52 proyek pembangunan jalan tol termasuk tol trans Sumatera dan trans Papua, 19 proyek jaringan rel kereta api, 17 bandar udara dan 13 pelabuhan laut. Kementerian ATR juga melakukan gebrakan terkait urusan pertanahan. Antara lain dengan menargetkan pada tahun 2025 semua tanah di nusatara sudah bersertifikat. Pada tahun 2016 ini, baru 44% yang sudah memiliki sertifikat. Urusan pembebasan lahan untuk berbagai program pembangunan seperti jalan tol atau pembangkit listrik juga berjalan cukup baik dan tidak terlalu banyak kendala lagi.

Akselerasi pembangunan dalam masa dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi memang membutuhkan sinergi kuat dari seluruh pasukan yang ada di kabinet pasca reshuffle kedua. Dan itulah yang sekarang mulai terwujud melalui berbagai kerja nyata selama dua tahun pertama dari seluruh kementerian. “Kita memang harus kerja keras dan bersatu agar bisa mengejar ketinggalan bangsa kita dibanding bangsa lain,” tegas Presiden dalam acara Islah Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Jakarta (21-10).