Cara ini dilakukan karena terminal kedatangan juga dipakai untuk keberangkatan sehingga drop off dan pick up penumpang dibatasi hanya 3 menit. Disamping menambah konter check in.

Arus mudik lebaran dari dan ke Bandara Supadio, Pontianak telah diantisipasi jauh-jauh hari oleh PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara. Kendala yang muncul pada Lebaran 2015 telah disiapkan solusinya pada Lebaran 2016 ini.

Salah satunya karena pengembangan bandara, sehingga terminal kedatangan juga dipakai sebagai terminal keberangkatan.  Penyatuan dua kegiatan ini berpotensi menimbulkan antrean  pada masa mudik Lebaran 2016.

Oleh karena itu PT Angkasa Pura II, telah menyiapkan skenario dengan memundurkan tempat drop off dan pick up penumpang menjauhi  lobi terminal.  Drop off  hanya diijinkan maksimal selama 3 menit dengan menempatkan petugas serta memberi papan peringatan.  Dengan cara itu,  akses jalan di depan terminal akan lebih lega dan lalu-lintas diharapkan lancar. Jumlah pintu masuk dan keluar kendaraan juga  ditambah dari 1 menjadi 4. Melalui berbagai upaya ini diharapkan arus lalu-lintas menjadi lebih lancar.

Di dalam terminal keberangkatan, untuk memperlancar antrean,  pengelola  menambah loket  konter check in, salah satunya check in otomatis. Kenyamanan penumpang selama menunggu juga diperhatikan dengan penambahan kursi di terminal maupun di area publik.  “Kami mengantisipasi  jumlah kursi tunggu hingga 1077 kursi untuk  3 – 4 kali delay pesawat,” ungkap Bayuh Iswantoro, General Manager  Angkasa Pura II. Jika ada delay, petugas  akan memberi penjelasan, apakah karena cuaca, kabut asap, atau penyebab lain.

Pelayanan pemudik juga dioptimalkan dengan beroperasinya Posko Lebaran mulai H-15 (24 Juni 2016) sampai H+10. Posko ini melibatkan  Angkasa Pura, Basarnas, Kepolisian,  dan pihak-pihak terkait.

Berdasarkan analisa tren pergerakan penumpang  maupun pergerakan pesawat tahun sebelumnya,  puncak arus mudik tahun 2016 akan terjadi pada 1 Juli 2016 (H-5) dengan jumlah penumpang kedatangan 5.290 orang dan jumlah penumpang  keberangkatan 5.211 orang. Sementara untuk 2 Juli 2016 (H-6) dengan jumlah penumpang  datang 5.286 dan jumlah penumpang berangkat 5.298. Yang menarik dari pergerakan  penumpan Lebaran Bandara Supadio ini adalah arus keberangkan dan kedatangan hampir seimbang.

Dari sisi keselamatan, sarana prasarana dan pesawat juga telah dilakukan pemeriksaan.  Hasilnya, seperti diungkapkan Bayuh Iswantoro,  memuaskan.  Menurut Bayuh, yang perlu diantisipasi justru kondisi cuaca yang kurang baik. Perubahan cuaca ini berpeluang  menurunkan jarak pandang yang disyaratkan, 1200 m untuk landing dan 900 m untuk  take off.

 

Selain Bandara Supadio, pelabuhan Dwikora Pontianak juga bersiap menjadi pintu gerbang bagi pemudik. Sebulan sebelum  hari H, jumlah kursi di ruang tunggu utama ditambah menjadi  400 dan akan  dilengkapi dengan pendingin udara. Sementara ruang  tunggu luar tersedia  200 kursi.

Berdasar prediksi,  penumpang  akan naik lima persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya  dari 35.289 orang menjadi  37 .053  tahun 2016 ini. Pada puncak arus mudik diperkirakan akan diberangkatkan 3.000 penumpang.

Penumpang akan dilayani oleh enam kapal. Dua kapal dari Pelni, yakni KM Lawit dan Bukit Raya. Sementara empat kapal lainnya milik swasta. Rute pelayaran yang ramai adalah tujuan  Semarang dan Surabaya.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak Gunung Hutapea  memastikan tidak akan memberikan izin berlayar kepada kapal yang tidak melengkapi syarat-syarat kesiapan maupun perlengkapan keselamatan.
Untuk mendukung pengamanan pada Jumat 17/6 digelar apel Posko Siaga Angkutan Lebaran 2016 di halaman pelabuhan. Apel ini bertujuan untuk mengantisipasi kecelakaan angkutan, berupaya memberi keselamatan dan kenyamanan kepada penumpang atau pemudik.