Trust atau kepercayaan adalah kata ajaib atau magic word untuk mendapat tempat terhormat dan mem-branding Indonesia sebagai ‘bangsa terdepan dalam kemajuan’.

Di tengah kancah persaingan global yang demikian kompetitif, Presiden Jokowi dalam salah satu pidatonya di hadapan para pejabat dan Humas dari BUMN serta Kementerian dan Lembaga, menegaskan betapa pentingnya membangun trust sebagai leverage untuk nation branding. Trust atau kepercayaan adalah kata ajaib atau magic word untuk mendapat tempat terhormat dan memenangkan persaingan. Dalam pidato sambutan acara pelantikan empat orang calon Gubernur dan tiga orang calon Wakil Gubernur (25 Mei 2016) di Istana Negara, Presiden Jokowi mengingatkan kembali tentang era kompetitif saat ini.

Presiden memerintahkan agar para calon gubernur dan wakil gubernur itu mempersiapkan daerah yang mereka pimpin untuk menghadapi era kompetisi dengan semangat kerja keras, produktivitas dan inovasi. “Tujuannya agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang terdepan dalam kemajuan dan menjadi bangsa pemenang,” tegas Presiden. Dan untuk memiliki brand sebagai “bangsa terdepan dalam kemajuan dan bangsa pemenang”, pertama-tama yang harus dibangun adalah trust dari bangsa-bangsa lain kepada bangsa Indonesia. Langkah untuk membangun trust harus dimulai dari dalam masyarakat dengan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pentingnya memperkuat persatuan, menggalang sinergi dan memperkuat gotong royong sebagai perekat kehidupan sosial masyarakat juga disampaikan Presiden kepada para calon pemimpin daerah yang baru dilantik. Dan untuk membangun trust rakyat kepada pemerintah, Presiden juga sudah memiliki berbagai program prioritas nasional yang harus dijalankan oleh semua pemimpin daerah, termasuk di antaranya kebijakan deregulasi dan debirokratisasi. “Saya instruksikan agar para gubernur melakukan reformasi birokrasi dan anggaran publik secara fundamental. Memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan serta meningkatkan inovasi pelayanan publik agar rakyat selalu merasakan kehadiran pemerintah,” tegas Presiden.

Membangun trust adalah tuntutan zaman. Hanya mereka yang bisa membangun kepercayaan yang akan memiliki brand sebagai pemenang. Atau bisa brand apa saja yang diinginkan untuk diraih. Jika kita ingin meraih brand sebagai “bangsa terdepan dalam kemajuan dan bangsa pemenang” maka itulah yang kita raih dan dapatkan. Syaratnya adalah sudah terbangun lebih dahulu trust bahwa itulah sejatinya Indonesia, terdepan dalam kemajuan dan bangsa pemenang.

Dan untuk mendapatkan trust itu, kita harus memberi bukti. Bukan janji-janji belaka. Presiden Jokowi sebagai seorang pemimpin selalu memberi contoh dan teladan dengan tindakan-tindakan nyata. Itu adalah bukti. Presiden meyakini bahwa kerja keras dalam melaksanakan pembangunan adalah syarat utama untuk mendapatkan trust. Dalam pidato di hadapan para pejabat dan Humas dari BUMN serta Kementerian dan Lembaga, Presiden juga memerintahkan agar para Humas pemerintah bekerja keras dan bersatu-padu melakukan tugas untuk menciptakan brand bagi bangsa Indonesia. “Jangan hanya bekerja di belakang meja, harus turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada,” tegas Presiden.

Itulah langkah-langkah nyata untuk mewujudkan nation branding yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia.