Presiden Jokowi berulangkali menegaskan agar kita mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejuk, damai dan indah. Terkait situasi keamanan pasca unjuk rasa 4 November 2016, Presiden menyampaikan, kondisi saat ini aman.

Kemajemukan yang dimiliki bangsa kita adalah sebuah kekayaan dan karunia besar. Nenek moyang bangsa Indonesia sudah mewariskan dari generasi ke generasi nilai-nilai toleransi, solidaritas dan kesetaraan. Jika nilai-nilai itu terus diperkuat dan dijadikan dasar etik tatanan kehidupan masyarakat maka gerakan-gerakan radikal tidak akan bisa tumbuh dan berkembang di masyarakat kita. Radikalisasi yang mewujud dalam kelompok tertentu antara lain disebabkan oleh kegagalan memahami nilai-nilai yang menyertai kemajemukan bangsa dan kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal.

Dari sisi kultural Indonesia mewarisi kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai pluralisme. Tantangannya adalah bagaimana agar nilai-nilai kearifan lokal ini harus selalu mengakar dalam sistem demokrasi dan budaya masyarakat Indonesia. Presiden Jokowi telah berulangkali dalam berbagai kesempatan menegaskan agar kita bisa mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejuk, damai, dan indah. Presiden selalu mengajak semua pihak menjaga kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara. “Sekarang ini, masih banyak orang yang mudah mencela, mudah mengumpat, mudah merendahkan orang lain, mengejek, menjelek-jelekkan orang lain, serta mengabaikan sopan santun. Mari kita jaga optimisme kita dalam menghadapi tantangan-tantangan yang semakin sulit terutama tantangan global,” tegas Presiden.

Sifat-sifat buruk seperti itu, menurut Presiden, kerap semakin menghebat terutama ketika terjadi kontestasi politik, seperti pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan wali kota, dan pemilihan presiden serta pemilihan anggota legislatif. “Kandidat lain tidak lagi dilihat sebagai sahabat, sebagai teman, sebagai partner, tetapi dilihat sebagai musuh yang harus dihabisi. Mereka seakan lupa bahwa ada api yang menunggu mereka, yang menyala-nyala, yang membakar sampai ke hati,” papar Presiden Jokowi.

Saat ini sebagai salah satu negara mitra Challenges Forum (CF) dan sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional, Indonesia telah ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan CF Workshop, yang bertemakan penguatan kesiapan kolektif untuk kesuksesan Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB. CF Workshop akan digelar  di Bali, pada 10 – 11 November mendatang. Ini merupakan bukti nyata penghargaan dan kepercayaan masyarakat internasional pada kemampuan Indonesia menjaga kebhinekaan agar selalu tunggal ika dalam koridor penegakan hukum.

Penegakan hukum harus tegas disertai upaya persuasif pemerintah adalah cara efektif untuk menangani ketegangan agama dan konflik. Ini membuat Indonesia lebih berhak membanggakan diri bahwa komunitas agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dalam damai dan harmonis. Motto negara Bhinneka Tunggal, telah berhasil melewati banyak ujian sepanjang dinamika sejarah bangsa Indonesia.

Pluralisme sudah dimiliki bangsa Indonesia sebagai sebuah kearifan lokal masyarakat nusantara yang bisa ditemukan dalam beragam tradisi, kebudayaan dan tatanan masyarakat adat. Nilai-nilai kearifan lokal itulah yang kemudian diintisarikan oleh Ir. Soekarno selaku menjadi Pancasila. Inilah landasan ideologis bangsa sekaligus cita-cita luhur seluruh rakyat Indonesia yang harus diimplementasikan dalam setiap bidang kehidupan dari generasi ke generasi.

Tentang situasi dan kondisi keamanan di Tanah Air pasca unjuk rasa 4 November 2016, Presiden menyampaikan, kondisi saat ini aman. “Stabilitas politik juga tidak ada masalah, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi masih memerlukan konsolidasi-konsolidasi politik, konsolidasi-konsolidasi kenegaraan,” ujar Presiden. Oleh karenanya sejak kemarin pagi hingga malam, Presiden terus mengundang tokoh-tokoh politik dan agama guna bertukar pikiran. “Untuk memberikan masukan-masukan dalam rangka memberikan rasa sejuk, mendinginkan suasana, dan hal-hal seperti itulah yang terus akan kita lakukan dalam minggu-minggu ini,” ujar Presiden.*